Pelatih Persib, Bojan Hodak. Foto:net-cnnindonesia/arsip Persib
BANDUNG, KABARLINK.com - Bayangkan belasan pemain sepak bola profesional tiba-tiba membeku di atas rumput hijau layaknya patung bernyawa, membiarkan musuh leluasa membobol gawang hanya karena mereka berasumsi bola sudah keluar lapangan. Pemandangan menggelitik sekaligus menyesakkan itulah yang menjadi gerbang pembuka dari drama empat gol penuh intrik saat Persib Bandung bertamu ke markas Dewa United di Banten International Stadium (BIS), Serang, Senin (20/4/2026) malam.
Ilusi optik skuad Pangeran Biru di menit ke-24 itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Saat para punggawa Persib terpaku menunggu peluit wasit, Alexis Messidoro dengan cerdik mencuri celah, melepaskan umpan silang yang diselesaikan tanpa ampun oleh sontekan Alex Martins. Ruang Video Assistant Referee (VAR) pun mengesahkan gol tersebut, memberi hukuman menyakitkan bagi tim tamu yang berhenti bermain sebelum laga benar-benar dihentikan.
Namun, 'lelucon' lini pertahanan Persib nyatanya belum usai. Ketika mereka berusaha mengejar ketertinggalan di babak kedua, sebuah blunder fatal kembali tercipta pada menit ke-60. Sapuan bola dari Federico Barba justru membentur lawan, menciptakan serangan balik mematikan yang diarsiteki Noah Wail Sadaoui dan disempurnakan menjadi gol oleh mantan pemain Persib, Ricky Kambuaya.
Di titik ini, Persib tampak sudah selesai. Tertinggal 0-2 dan bermain di bawah standar. Akan tetapi, sepak bola selalu punya cara magisnya sendiri untuk memutarbalikkan nasib.
Tepat saat gol kedua Dewa United disahkan, petaka justru menghampiri tuan rumah. Sang pencetak gol pertama, Alex Martins, diusir keluar lapangan akibat akumulasi kartu kuning menyusul laporan hakim garis. Melawan sepuluh pemain yang pincang, naluri menerkam Maung Bandung akhirnya bangkit dari mati suri.
Sinyal kebangkitan itu bergaung di menit ke-73 tatkala tusukan Rosembergne Da Silva (Berguinho) dihentikan secara ilegal di kotak terlarang. Thom Haye, yang maju sebagai algojo, dengan dingin menaklukkan penjaga gawang untuk memangkas jarak. Momentum pun berpindah tangan seketika. Gempuran tanpa henti Persib akhirnya menemui puncaknya lima menit jelang waktu normal usai. Sebuah umpan silang presisi dari Eliano Reijnders disambut tandukan mematikan Andrew Jung, memaksa papan skor terkunci di angka 2-2.
Di pinggir lapangan, raut wajah pelatih Persib, Bojan Hodak, tampak menyiratkan paradoks. Ia memuji daya juang spartan anak asuhnya yang sukses merangkak keluar dari lubang jarum, namun ia tak kuasa menutupi kegeramannya. Arsitek asal Kroasia itu melabeli kelalaian timnya pada gol pertama layaknya kesalahan "anak-anak" yang masih amatir. Bagi Hodak, satu poin dari laga gila ini bukanlah sebuah kepuasan; ia yakin mesin serang Persib seharusnya bisa berpesta gol andai mereka tidak sibuk menjegal kaki mereka sendiri dengan blunder-blunder konyol. (bm)
Sumber: cnnindonesia.com
Itulah pembahasan mengenai malam bencana anak bawang dan magis menit akhir pelarian dramatis maung bandung di tanah banten yang sudah saya paparkan dalam olahraga Selamat mengembangkan diri dengan informasi yang didapat Jaga semangat dan kesehatan selalu. Jangan lupa untuk membagikan kepada sahabatmu. Sampai jumpa lagi
