Internasional

Tumbal Efisiensi Berujung Neraka: Mengenang 16 Tahun Petaka Kelam Deepwater Horizon di Teluk Meksiko

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Tumbal Efisiensi Berujung Neraka: Mengenang 16 Tahun Petaka Kelam Deepwater Horizon di Teluk Meksiko
Puing-puing Deepwater Horizon yang terbakar hebat tak terkendali di tengah perairan Teluk Meksiko (20/4/2010). Di balik pekatnya asap hitam ini, belasan nyawa pekerja hilang akibat ambisi efisiensi korporasi yang berujung fatal. Foto: net/Penjaga Pantai AS / USCG


JAKARTA, KABARLINK.com - Sebuah ledakan hebat menghancurkan anjungan pengeboran lepas pantai Deepwater Horizon di Teluk Meksiko pada Senin malam, 20 April 2010, yang mengakibatkan 11 pekerja tewas dan 17 lainnya luka-luka. Insiden fatal ini terjadi saat fasilitas milik Transocean yang disewa oleh perusahaan BP tersebut sedang menyelesaikan tahap akhir penutupan sementara sumur Macondo.

Kecelakaan bermula ketika gas bertekanan tinggi menerobos lapisan semen pelindung dan memicu ledakan besar setelah sistem pengaman otomatis gagal berfungsi. Berdasarkan laporan Britannica, sumur yang terletak 1.500 meter di bawah permukaan laut tersebut terus menyemburkan minyak mentah selama hampir tiga bulan pasca-ledakan.

Saksi mata menggambarkan situasi di lokasi sangat mencekam saat api mulai melahap seluruh area anjungan. "Seluruh anjungan berguncang. Rasanya seperti berjalan langsung ke neraka," kata Stephen Davis, salah satu pekerja kilang, dalam kesaksiannya kepada The Guardian.

Volume minyak yang tumpah ke laut diperkirakan mencapai 4,9 juta barel setelah kebocoran melonjak dari 1.000 menjadi 60.000 barel per hari. Semburan baru berhasil dihentikan sepenuhnya pada Juli 2010 sebelum sumur disegel secara permanen dua bulan kemudian.

Investigasi resmi yang dibentuk Presiden Amerika Serikat menyimpulkan bahwa tragedi ini dipicu oleh keputusan manajemen untuk memangkas biaya dan waktu. Laporan investigasi yang dikutip BBC International menyebutkan bahwa sejumlah kejanggalan pada uji tekanan sebenarnya telah terdeteksi beberapa jam sebelum ledakan terjadi.

"Perusahaan-perusahaan yang terlibat membuat keputusan untuk memangkas biaya dan menghemat waktu, yang pada akhirnya berkontribusi pada bencana ini," tulis laporan investigasi tersebut sebagaimana dilansir BBC International pada Senin (20/4/2026).

Akibat bencana lingkungan terbesar dalam sejarah ini, BP dijatuhi sanksi denda dan kompensasi senilai lebih dari US$60 miliar. Dampak kerusakan ekosistem dan kerugian ekonomi bagi masyarakat pesisir di sekitar Teluk Meksiko masih dirasakan hingga bertahun-tahun setelah kejadian. (bm)

Begitulah ringkasan tumbal efisiensi berujung neraka mengenang 16 tahun petaka kelam deepwater horizon di teluk meksiko yang telah saya jelaskan dalam internasional Terima kasih telah menjadi pembaca yang setia tetap optimis menghadapi perubahan dan jaga kebugaran otot. Jika kamu peduli cek artikel lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Bagikan: