Olahraga

Runtuhnya Singgasana Raksasa: Saat Kuda Hitam Menari dan Monster Kangguru Mengancam

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Runtuhnya Singgasana Raksasa: Saat Kuda Hitam Menari dan Monster Kangguru Mengancam

Momen menegangkan terekam ketika duo penggawa pertahanan Garuda Asia, Chico Jericho Yarangga dan Girly Andrade Guevara, terpaksa mengambil langkah ekstrem untuk memutus rantai serangan pemain Vietnam, dalam laga pamungkas Grup A ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/4/2026) malam.



JAKARTA, KABARLINK.com - Gemuruh suporter di penjuru Asia Tenggara mendadak berganti menjadi sunyi yang mencekam. Untuk pertama kalinya dalam ingatan panjang para penikmat sepak bola kawasan, panggung empat besar turnamen usia muda bergengsi ini harus digelar tanpa kehadiran dua penguasa tradisionalnya. Saat peluit panjang akhir fase grup dibunyikan, sebuah epik baru sekaligus pil pahit tercipta: Timnas Indonesia dan Thailand, dua raksasa yang biasanya selalu memesan tempat duduk VIP di semifinal, kini terpaksa mengemas koper mereka lebih awal dan hanya menjadi penonton.

Gugurnya dua raksasa ini adalah sebuah anomali yang mengguncang jagat sepak bola ASEAN. Skuad Garuda Asia, yang memiliki memori manis mengangkat trofi juara pada edisi 2018 dan 2022, harus gigit jari setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Vietnam di laga pamungkas. Meski mengumpulkan empat poin, itu tak cukup untuk menyelamatkan muka mereka dari peringkat tiga.

Nasib tak kalah tragis dialami skuad Gajah Perang. Thailand, sang kolektor tiga gelar juara sekaligus tim tersukses sejak turnamen ini lahir pada 2002, hancur lebur di fase grup. Fakta bahwa kedua tim ini selalu mulus menembus empat besar dalam empat edisi terakhir membuat kejatuhan mereka tahun ini terasa semakin dramatis dan menjadi sorotan tajam publik.

Di balik air mata para raksasa, sebuah dongeng indah justru sedang diukir dari Grup B. Si Kuda Hitam, Laos, secara sensasional memutarbalikkan semua prediksi di atas kertas. Mereka sukses menjungkalkan Myanmar, Filipina, hingga raksasa Thailand untuk keluar sebagai penguasa grup dengan tabungan 7 poin. Di babak semifinal nanti, kejutan Laos akan diuji oleh Malaysia, yang berhasil mencuri tiket emas terakhir sebagai runner-up terbaik usai menundukkan Timor Leste dengan skor meyakinkan 2-0.

Sementara itu, Vietnam yang berhasil menjaga muruah sebagai juara Grup A (7 poin), harus bersiap menghadapi ujian terberat dalam hidup mereka. Di babak semifinal, mereka sudah ditunggu oleh Australia, tim yang tampil bak monster tanpa celah di turnamen ini.

Pasukan muda Negeri Kangguru itu menjadi satu-satunya kontestan yang merajai Grup C dengan poin sempurna. Rekor mereka membuat bulu kuduk berdiri: menyapu bersih tiga kemenangan, menceploskan total 15 gol, dan gawang mereka tetap perawan tanpa pernah kebobolan satu kali pun. Kini, keempat tim yang tersisa akan beradu nasib di atas rumput Sidoarjo demi supremasi tertinggi sepak bola usia muda Asia Tenggara.

Jadwal Fase Gugur Piala AFF U17 2026

Rabu (22/4/2026) - Semifinal

15.30 WIB: Laos vs Malaysia (Stadion Gelora Delta Sidoarjo)
19.30 WIB: Vietnam vs Australia (Stadion Gelora Delta Sidoarjo)
Jumat (24/4/2026) - Perebutan Tempat Ketiga & Final

15.30 WIB (Perebutan Tempat Ke-3): Kalah Semifinal 1 vs Kalah Semifinal 2 (Stadion Gelora Delta Sidoarjo)
19.30 WIB (Final): Menang Semifinal 1 vs Menang Semifinal 2 (Stadion Gelora Delta Sidoarjo). (bm)


Sumber: kompas.com

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap runtuhnya singgasana raksasa saat kuda hitam menari dan monster kangguru mengancam dalam olahraga ini Selamat menggali informasi lebih lanjut tentang tema ini selalu berpikir positif dalam bekerja dan jaga berat badan ideal. Silakan bagikan kepada orang-orang terdekat. Terima kasih telah meluangkan waktu

Topik: #Olahraga
Bagikan: