Hukum

Malam Panjang nan Menegangkan, KPK OTT Bupati Tulungagung

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Malam Panjang nan Menegangkan, KPK OTT Bupati Tulungagung

KPK periksa sejumlah pejabat OPD Pemkab Tulungagung di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur. Foto: Net/Antara



TULUNGAGUNG, KABARLINK.com - Jumat malam (10/4/2026) di Tulungagung seharusnya ditutup dengan santai menyambut akhir pekan. Namun, bagi belasan petinggi di kabupaten ini, malam itu justru menjadi awal dari sebuah episode yang membuat napas tertahan. Udara malam mendadak terasa lebih kaku ketika deretan mobil penyidik dari komisi antirasuah merapat senyap ke markas kepolisian setempat.

Fokus ketegangan berpusat di lantai dua Gedung Mapolres Tulungagung. Sejak jarum jam menunjuk pukul 19.00 WIB, ruangan tersebut tak ubahnya ruang sidang dadakan. Belasan nama besar yang biasanya duduk nyaman di kursi empuk Pemerintahan Kabupaten Tulungagung—mulai dari penjabat level sekretaris daerah hingga para kepala dinas strategis—terlihat menapaki anak tangga dengan raut wajah yang sulit ditebak. 


Kehadiran mereka jelas bukan untuk rapat koordinasi biasa. Mereka sedang dihadapkan pada rentetan pertanyaan tajam dari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerja bak mesin waktu: maraton dan tanpa henti.


Usut punya usut, ketegangan yang menyelimuti para elit daerah ini adalah efek domino dari sebuah "gempa" yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Sang kepala daerah, Bupati Gatut Sunu Wibowo, mendadak 'menghilang' dari wilayah kekuasaannya. Sang bupati rupanya telah lebih dulu diamankan dan diterbangkan ke ibu kota, dikawal ketat menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Kabar manuver senyap ini tak pelak memecah kesunyian kota. Di Jakarta, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto tak menampik bahwa timnya memang sedang 'bersih-bersih' di wilayah Jawa Timur tersebut. Kasak-kusuk dari sumber internal kepolisian pun membisikkan hal senada; radar dan aktivitas satgas KPK sejatinya sudah mengintai pergerakan di Tulungagung sejak mentari masih terik di siang hari.

Kini, mata publik hanya bisa menerka-nerka dari luar pagar Mapolres. Sebelas pejabat teras dan satu ajudan bupati masih tertahan di balik pintu tertutup. Di antara mereka terdapat nama-nama kunci pemegang roda birokrasi, seperti Pj Sekda Soeroto, para komandan instansi (Bakesbangpol, Satpol PP, Kesra, Pemerintahan, Umum, hingga Prokopim), serta para pemegang kas dan proyek vital (BPKAD, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pertanian).

Hingga larut malam, belum ada satu pun yang melangkah keluar dari ruang pemeriksaan. Pertanyaannya kini mengambang di udara malam Tulungagung: pusaran rahasia besar apa yang sebenarnya sedang dikuliti oleh para penyidik di lantai dua itu? (bm)

Demikianlah malam panjang nan menegangkan kpk ott bupati tulungagung telah saya bahas secara tuntas dalam hukum Saya berharap artikel ini menginspirasi Anda untuk belajar lebih banyak selalu bergerak maju dan jaga kesehatan lingkungan. Sebarkan kebaikan dengan membagikan kepada yang membutuhkan. cek artikel lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Topik: #Hukum
Bagikan: