Pelatih Peo:rsib, Bojan Hodak. Foto: Rossa Izza Amalia/detikJatim
JAKARTA, KABARLINK.com - Udara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) mendadak terasa lebih padat dan mencekik pada Minggu (12/4/2026) malam. Di pinggir lapangan, juru taktik Persib, Bojan Hodak, tampak tak bisa duduk tenang. Matanya awas mengamati sepuluh pasukannya di atas rumput hijau yang tengah mati-matian menahan gempuran badai dengan paru-paru yang nyaris meledak. Keunggulan dua gol yang sempat membuat seisi stadion bernyanyi riang, tiba-tiba saja berubah menjadi mimpi buruk yang mengancam di 25 menit terakhir pertandingan.
Laga pekan ke-27 Super League 2025/2026 ini sejatinya berjalan sepenuhnya di bawah komando rithme Maung Bandung. Tarian serangan mereka di awal laga sukses membungkam Bali United lewat dwigol menawan yang dieksekusi oleh Ramon Tanque dan Luciano Guaycochea. Namun, naskah mulus itu robek tepat di menit ke-65. Sebuah insiden fatal memaksa wasit mencabut kartu kuning kedua untuk Patricio Matricardi. Sang bek harus mandi lebih awal, mewariskan lubang menganga di lini pertahanan tuan rumah.
Ketimpangan jumlah pemain ini diendus ibarat darah segar oleh kubu tamu. Mengandalkan keunggulan stamina, Bali United mengurung pertahanan Persib. Kepanikan di tribun GBLA akhirnya pecah ketika Teppei Yachida sukses merobek jala tuan rumah pada menit ke-81, memangkas defisit menjadi 1-2.
Dalam kondisi otot yang menjerit kelelahan, mental juara Persib berbicara. Di tengah kurungan lawan, sebuah manuver serangan balik kilat di menit ke-87 membuahkan gol berharga dari kaki Federico Barba. Skor 3-1 seolah akan mematikan perlawanan, tetapi Serdadu Tridatu menolak menyerah. Di masa injury time yang memompa jantung, Jordy Bruijn kembali mencetak gol yang mencekik napas tuan rumah. Beruntung, benteng terakhir Persib menolak runtuh hingga peluit panjang memastikan kemenangan dramatis 3-2.
"Jujur saja, sebelum kami kehilangan satu pemain, pertandingan sepenuhnya ada dalam genggaman," aku Bojan Hodak usai tensi pertandingan mereda. Pelatih asal Kroasia itu tak menutupi rasa was-wasnya melihat skuadnya dihabisi rasa lelah karena kalah jumlah orang, yang berujung pada kebobolan dua gol penutup lawan. "Namun pada akhirnya, kami berhasil mengamankan tiga poin krusial ini. Kini, mata kami langsung tertuju pada laga selanjutnya," tambahnya dengan helaan napas lega.
Tiga poin yang didapat dengan cucuran keringat ekstra ini sangatlah monumental. Kemenangan ini memastikan Persib Bandung tetap angkuh bertengger di pucuk klasemen sementara dengan torehan 64 poin. Posisi mereka aman, merentangkan jarak empat angka dari kejaran sang rival terdekat, Borneo FC Samarinda. (bm)
Begitulah penjelasan mendetail tentang keringat dingin bojan hodak drama 25 menit neraka di gbla saat 10 maung bandung terkam serdadu tridatu dalam olahraga yang saya berikan Mudah-mudahan tulisan ini membuka cakrawala berpikir Anda selalu berpikir solusi dan rawat kesehatan mental. Ayo sebar kebaikan dengan membagikan ini kepada orang lain. lihat artikel lainnya di bawah ini.
