Ilustrasi perayaan Hari Perempuan Internasional yang digelar setiap 8 Maret. Ilustrasi: AI
JAKARTA, KABARLINK.com - Untuk mengenang perjuangan perempuan, setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Pada 2026, perayaan ini kembali menjadi momen untuk menghargai peran perempuan dan menunjukkan komitmen seluruh dunia untuk memperjuangkan hak dan kewajiban perempuan.
Kegiatan ini bersifat seremonial. Hari Perempuan Internasional merupakan tolok ukur untuk merenungkan problematika yang harus dihadapi perempuan di seluruh dunia.
Berkat dukungan PBB tanggal 8 Maret mulai dirayakan di seluruh dunia pada 1975. Sejak saat itu, perayaan ini menjadi hari libur di beberapa negara. Pada setiap perayaan, selalu diangkat isu pemenuhan kesetaraan gender, dan perlindungan hak-hak perempuan serta pemberdayaan perempuan.
Give To Gain
Situs resmi peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 mencantumkan tema "Give To Gain" untuk memperingati hari perempuan international 2026. Memberi untuk mendapatkan. Artinya, memberi dukungan kepada perempuan, akan memberi kebaikan kepada masyarakat secara keseluruhan.
Kampanye ini mengedukasi masyarakat akan pentingnya memberi dan mendukung. Individu, organisasi, dan komunitas yang memberikan kontribusi, baik dengan dukungan finansial, pemikiran, dan sumber daya, serta melakukan advocacy, maka akan semakin besar peluang perempuan untuk berkembang.
Pemberian dukungan, tidak berarti kehilangan, tapi menciptakan peluang yang lebih besar. Saat perempuan berdaya, seluruh masyarakat akan mendapatkan manfaatnya.
Dukungan ini bisa diwujudkan dengan langkah konkret, seperti meningkatkan akses pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung untuk perempuan, menolak praktek diskriminasi, mengangkat dan mematahkan stereotip negatif, dan mengapresiasi setiap keberhasilan perempuan.
Situs resmi peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 mencantumkan tema "Give To Gain" untuk memperingati hari perempuan international 2026. Memberi untuk mendapatkan. Artinya, memberi dukungan kepada perempuan, akan memberi kebaikan kepada masyarakat secara keseluruhan.
Kampanye ini mengedukasi masyarakat akan pentingnya memberi dan mendukung. Individu, organisasi, dan komunitas yang memberikan kontribusi, baik dengan dukungan finansial, pemikiran, dan sumber daya, serta melakukan advocacy, maka akan semakin besar peluang perempuan untuk berkembang.
Pemberian dukungan, tidak berarti kehilangan, tapi menciptakan peluang yang lebih besar. Saat perempuan berdaya, seluruh masyarakat akan mendapatkan manfaatnya.
Dukungan ini bisa diwujudkan dengan langkah konkret, seperti meningkatkan akses pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung untuk perempuan, menolak praktek diskriminasi, mengangkat dan mematahkan stereotip negatif, dan mengapresiasi setiap keberhasilan perempuan.
Sejarah dari Gerakan Sosial
Sejarah Hari Perempuan Internasional berasal dari gerakan sosial di awal abad ke-20 yang mengadvokasi hak politik dan kesetaraan untuk perempuan.
Pada tahun 1909, Sosialis Amerika mengadakan Hari Perempuan Nasional Pertama di Amerika Serikat, dan dua tahun kemudian, dari perancang Jerman, Clara Zetkin, muncul ide perayaan serentak hari perempuan di seluruh dunia, dan ide itu terealisasi pada tahun 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, yang menjadi negara-negara peringatan Hari Perempuan Internasional.
Di tahun 1917, penghentian kerja perempuan di Petrograd, Rusia, dengan tuntutan “roti dan perdamaian” menjadi salah satu faktor pecahnya Revolusi Rusia.
Pada tahun 1921 disepakati bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional akan dilaksanakan setiap tanggal 8 Maret.
Konsentrasi gerakan ini sempat menurun pada tahun-tahun setelah diakui hak pilih perempuan di sejumlah negara, tetapi gerakan ini kembali menguat di tahun 1960an seiring dengan munculnya gerakan feminis modern dan dokumen internasional yang lebih luas.
Pada tahun 1909, Sosialis Amerika mengadakan Hari Perempuan Nasional Pertama di Amerika Serikat, dan dua tahun kemudian, dari perancang Jerman, Clara Zetkin, muncul ide perayaan serentak hari perempuan di seluruh dunia, dan ide itu terealisasi pada tahun 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, yang menjadi negara-negara peringatan Hari Perempuan Internasional.
Di tahun 1917, penghentian kerja perempuan di Petrograd, Rusia, dengan tuntutan “roti dan perdamaian” menjadi salah satu faktor pecahnya Revolusi Rusia.
Pada tahun 1921 disepakati bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional akan dilaksanakan setiap tanggal 8 Maret.
Konsentrasi gerakan ini sempat menurun pada tahun-tahun setelah diakui hak pilih perempuan di sejumlah negara, tetapi gerakan ini kembali menguat di tahun 1960an seiring dengan munculnya gerakan feminis modern dan dokumen internasional yang lebih luas.
Tahun 2026, menjelang Hari Perempuan Internasional, IWD Menjadi ajakan global untuk terus mendorong perubahan. IWD 2026 memberikan harapan, serta menyerukan, dengan semangat solidaritas, kolaborasi, dan dukungan, memberikan kemungkinan terciptanya dunia yang lebih adil dan setara bagi perempuan dan anak perempuan. (tim)
Begitulah uraian lengkap hari perempuan internasional 2026 arti tema give to gain dan sejarah perjuangannya yang telah saya sampaikan melalui terkini Siapa tau ini jadi manfaat untuk kalian kembangkan potensi diri dan jaga kesehatan mental. Mari berbagi informasi ini kepada orang lain. Sampai bertemu di artikel menarik lainnya. Terima kasih banyak.
