Ilustrasi pengawasan obat dan makanan oleh BPOM Surakarta. Grafis: AI
SURAKARTA, KABARLINK.com – Membidik peningkatan kualitas kesehatan publik, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surakarta bersama jajaran Pemerintah Kota resmi menetapkan lima kawasan percontohan sebagai zona aman pangan tingkat kota. Komitmen lintas sektoral ini disahkan melalui Forum Advokasi Keterpaduan Keamanan Pangan yang digelar di Ruang Manganti Praja, Balai Kota Surakarta, pada Selasa (14/4/2026).
Lima lokasi yang diproyeksikan menjadi kiblat standar konsumsi sehat tersebut meliputi Kelurahan Jagalan, kawasan niaga Pasar Jongke, serta tiga institusi pendidikan yakni SMPN 1, SMKN 6, dan MAN 1 Surakarta.
Kepala Balai POM Surakarta, Muhammad Fajar Arifin, menjelaskan bahwa penunjukan kelima lokus tersebut merupakan eksekusi langsung dari tiga pilar utama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA). Ketiga pilar itu mencakup pembentukan Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), dan Sekolah Berbudaya Keamanan Pangan.
Menurut Fajar, untuk menyukseskan intervensi skala kota ini, BPOM tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, forum tersebut sengaja mempertemukan belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Perdagangan—untuk meleburkan agenda keamanan pangan ke dalam program kerja masing-masing instansi.
Momentum konsolidasi birokrasi ini terasa semakin istimewa lantaran diwarnai dengan penyerahan penghargaan tingkat nasional. Kota Surakarta baru saja dinobatkan sebagai peraih peringkat kedua dalam ajang bergengsi Kabupaten/Kota Pangan Aman Nasional Tahun 2025.
Merespons capaian prestasi sekaligus peluncuran proyek percontohan ini, Wali Kota Surakarta, Respati, memasang target tinggi. Ia menginstruksikan agar standar jaminan kelayakan konsumsi ini tidak boleh berhenti hanya pada lima lokasi awal, melainkan harus dikloning secara masif ke seluruh penjuru kota.
"Sebagai kota yang menjunjung tinggi akar tradisi, Surakarta harus mampu mendorong keamanan pangan menjadi sebuah budaya baru di masyarakat. Pemahaman ini harus kita tanamkan sejak usia dini agar melekat menjadi perilaku sehari-hari," tegas Respati.
Wali Kota meyakini, apabila ekosistem pangan yang sehat dan terjamin ini berhasil direplikasi ke seluruh desa, pasar, dan sekolah lainnya, hal tersebut akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup sekaligus roda perekonomian kerakyatan di Surakarta. (kna)
Itulah informasi seputar bpom dan pemkot surakarta tetapkan 5 kawasan percontohan pangan aman yang dapat saya bagikan dalam terkini Semoga artikel ini menjadi langkah awal untuk belajar lebih lanjut berpikir maju dan jaga kesejahteraan diri. bagikan kepada teman-temanmu. Terima kasih
