Terkini

Harta Karun di Palung Borneo: Jackpot Gas Triliunan Kubik yang Siap Mengubah Peta Energi Nasional

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Harta Karun di Palung Borneo: Jackpot Gas Triliunan Kubik yang Siap Mengubah Peta Energi Nasional

Berpacu dengan ombak dan kedalaman laut demi kemandirian energi. Potret infrastruktur pengeboran raksasa lepas pantai yang terus beroperasi memburu cadangan migas nasional. Foto: net/Antara/HO-SKK Migas


JAKARTA, KABARLINK.com - Tersembunyi di kedalaman laut lepas pantai Kalimantan Timur, sebuah "harta karun" energi raksasa baru saja dibongkar ke hadapan publik pada Senin (20/6/2026) lalu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan penemuan cadangan super jumbo berupa 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi dan 300 juta barel kondensat di Sumur Geliga-1, Blok Ganal—sebuah jackpot bernilai fantastis yang seketika membetot perhatian di tengah perlombaan negara-negara dunia mengamankan lumbung energi mereka.

Kabar gembira ini bak durian runtuh bagi Nusantara. Di saat banyak negara maju tengah cemas menghadapi krisis cadangan energi global, Bahlil menyebut temuan ini sebagai anugerah Tuhan yang datang di saat yang tepat, sejalan dengan ambisi Presiden untuk memburu sumber-sumber minyak dan gas baru. Manuver bawah laut ini diarsiteki oleh raksasa energi asal Italia, ENI, yang memegang 82 persen kendali operasi, berkolaborasi dengan perusahaan pelat merah China, Sinopec, yang mengantongi porsi 18 persen.

Bagaimana cara mereka menemukan harta karun ini? Jawabannya ada pada teknologi penjelajahan ekstrem.

Tim eksplorasi harus menembus pekatnya air laut sedalam 2.000 meter, lalu mengebor kerak bumi hingga kedalaman 5.100 meter. Usaha keras inilah yang membuktikan bahwa Cekungan Kutai seolah menjadi sumur keajaiban yang tak ada habisnya. Menariknya, Sumur Geliga tidak sendirian. Bahlil turut mengungkap bahwa sebelumnya telah ditemukan Sumur Gula yang menyimpan 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Deretan kejutan ini memperpanjang rekor gemilang ENI di kawasan tersebut, menyusul kesuksesan temuan Geng North pada 2023 dan Konta-1 pada tahun 2025 lalu.

Kini, pertanyaannya, seberapa besar dampak temuan ini bagi urat nadi ekonomi kita?

Jika potensi Sumur Geliga dan Gula dikawinkan, keduanya diproyeksikan mampu memompa tambahan pasokan hingga 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas serta 90.000 barel kondensat harian. Skema komersialisasi raksasa pun sedang diracik. Proyek ini nantinya akan mengandalkan kapal produksi terapung raksasa (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) untuk kawasan North Hub, dan langsung diintegrasikan dengan fasilitas legendaris Kilang LNG Bontang.

Dengan amunisi baru ini, peta produksi gas nasional bersiap lepas landas. Bahlil memproyeksikan sebuah lompatan kuantum: produksi gas ENI yang saat ini bertengger di kisaran 600-700 MMSCFD, akan meroket tajam menyentuh 2.000 MMSCFD pada tahun 2028, dan menembus angka psikologis 3.000 MMSCFD di tahun 2030.

Pemerintah kini berpacu dengan waktu. Mereka terus mendesak ENI untuk segera mengeksekusi temuan ini ke tahap produksi riil. Tujuannya sangat jelas: memastikan agar kepingan harta karun dari dasar laut Borneo ini secepatnya menjelma menjadi roda penggerak industri, pembuka ribuan lapangan kerja baru, dan pelindung kemandirian energi Indonesia di masa depan. (bm)

Demikianlah informasi seputar harta karun di palung borneo jackpot gas triliunan kubik yang siap mengubah peta energi nasional yang saya bagikan dalam terkini Terima kasih atas antusiasme Anda dalam membaca selalu bersyukur atas pencapaian dan jaga kesehatan paru-paru. Jika kamu peduli jangan lewatkan artikel lainnya yang mungkin Anda suka. Terima kasih.,

Topik: #Terkini
Bagikan: