Terkini

Benteng Pertahanan dari Meja Kelas: Saat BNN Surakarta Sulap Siswa SMP Jadi Agen Perubahan Anti-Narkoba

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Benteng Pertahanan dari Meja Kelas: Saat BNN Surakarta Sulap Siswa SMP Jadi Agen Perubahan Anti-Narkoba
Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar di Aula BNN Kota Surakarta pada Selasa (14/4/2026). Foto: dok. BNN


SURAKARTA, KABARLINK.com - Memerangi ancaman narkoba di kalangan remaja tak melulu harus mengandalkan seragam aparat dan razia ketat. Mengambil pendekatan psikologis yang lebih membumi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta kini meracik strategi baru: menjadikan anak-anak usia belia sebagai tameng pelindung bagi teman sebayanya sendiri. Manuver 'Pendidik Sebaya' ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar di Aula BNN Kota Surakarta pada Selasa (14/4/2026).

Dipimpin oleh Kasubbag Umum Masriya Kumala yang mewakili Kepala BNN Kota Surakarta, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, forum ini bukan sekadar ajang kumpul birokrasi biasa. BNN menyadari bahwa kampanye bahaya narkotika akan jauh lebih efektif jika disampaikan dalam 'bahasa tongkrongan' oleh teman sebaya, ketimbang nasihat kaku dari orang dewasa.

Oleh karena itu, BNN menggandeng Dinas Pendidikan, DP3APK2KB, serta perwakilan aparat wilayah untuk menggodok program Pelatihan Teknis Pendidik Sebaya Anti-Narkoba. Fokus pelaksanaannya dikunci pada lima zona kelurahan rawan, yakni Purwodiningratan, Mojo, Kampung Sewu, Kampung Baru, dan Semanggi.

Dari zona tersebut, lima institusi pendidikan—SMPN 6, SMPN 11, SMPN 13, SMPN 14, dan SMPN 21—dipilih sebagai kawah candradimuka. Secara spesifik, nantinya akan ada 10 siswa terpilih (dua dari masing-masing sekolah) yang bakal digembleng dalam tiga tahapan pelatihan intensif. Mereka tidak akan dibiarkan berjuang sendiri, melainkan dikawal oleh dua guru pendamping dari tiap sekolah yang juga telah dibekali ilmu khusus oleh BNN.

Kesepuluh duta cilik inilah yang nantinya memikul tugas besar sebagai Agent of Change (Agen Perubahan) sekaligus Peer Educator (Pendidik Sebaya). Mereka akan menyusun dan mengeksekusi rencana aksi nyata Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lorong-lorong sekolah hingga lingkungan rumah mereka.

Untuk memastikan manuver ini berjalan mulus dan tak sekadar menjadi wacana di atas kertas, forum koordinasi tersebut menetapkan secara tegas maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Rakor, antara lain:

1. Menyamakan frekuensi dan pemahaman akan krusialnya program Pendidik Teman Sebaya Anti-Narkoba sebagai benteng pencegahan sejak usia dini.
2. Merajut jalinan kerja sama lintas instansi dari berbagai pemangku kepentingan di Kota Surakarta.
3. Menyaring dan mendapatkan rekomendasi langsung terkait kandidat siswa-siswi paling potensial, serta organisasi intra sekolah yang tepat untuk dilibatkan.
4. Memperkokoh komitmen sinergitas dalam mengeksekusi Pelatihan Teknis P4GN Bidang Pencegahan yang mengikat BNNK, pihak sekolah, guru pendamping, dan para siswa calon agen.
5. Merapikan draf rencana aksi implementasi Remaja Teman Sebaya (RTS) agar bisa langsung diaplikasikan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui kolaborasi antarlini ini, asa besar digantungkan. Lahirnya generasi kebal narkoba dari bilik-bilik kelas diharapkan mampu mewujudkan mimpi hadirnya ekosistem "Sekolah Bersinar" (Bersih dari Narkoba) di seluruh penjuru Surakarta. (bm)


Terima kasih telah mengikuti pembahasan benteng pertahanan dari meja kelas saat bnn surakarta sulap siswa smp jadi agen perubahan antinarkoba dalam terkini ini Saya berharap Anda terinspirasi oleh artikel ini tetap produktif dan rawat diri dengan baik. Jangan segan untuk membagikan kepada orang lain. jangan lupa cek artikel lain di bawah ini.

Topik: #Terkini
Bagikan: