Olahraga

Napas Lega Laskar Kalinyamat dan Tiang Gawang yang Meruntuhkan Asa Badai Pasifik

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Napas Lega Laskar Kalinyamat dan Tiang Gawang yang Meruntuhkan Asa Badai Pasifik

Tim kesebelasan Persijap Jepara. Foto: net/Instagram @persijap_jepara.



JAKARTA, KABARLINK.com - Suara benturan keras antara bola dan tiang gawang di Stadion Gelora Bumi Kartini sore itu mungkin akan terus terngiang sebagai mimpi buruk di benak barisan penggawa PSBS Biak. Di saat mereka sangat membutuhkan keajaiban untuk melepaskan diri dari rantai degradasi, dewi fortuna justru memalingkan wajahnya. Sebaliknya, bagi tuan rumah Persijap Jepara, laga pada Jumat (24/4/2026) ini menjadi sebuah perayaan kebangkitan; membuktikan bahwa Laskar Kalinyamat belum sudi tenggelam di kerasnya pusaran BRI Super League musim ini.


Pertemuan pada pekan ke-29 ini sejatinya adalah duel hidup mati bagi kedua kesebelasan yang sama-sama tengah berjuang menjauhi jurang pesakitan. Sadar akan krusialnya tiga poin di kandang sendiri, Persijap langsung mengambil inisiatif sejak peluit pertama ditiup. Carlos Franca sempat menebar teror di menit-menit awal, meski masih mampu dijinakkan oleh penjaga gawang PSBS, Kadu Monteiro.


Kebuntuan akhirnya pecah saat laga baru berjalan 20 menit. Borja Herrera menunjukkan insting predatornya saat terjadi kemelut di dalam kotak penalti tim tamu. Memanfaatkan bola pantul (rebound) yang liar, Herrera merobek jaring gawang dan membuat publik Jepara bersorak kegirangan.


Tertinggal satu gol, PSBS Biak sebenarnya mendapat momentum emas untuk membalikkan keadaan psikologis pertandingan. Sang pengadil lapangan menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti bagi skuad Badai Pasifik. Sayangnya, ketegangan tampaknya terlalu berat membebani pundak Luquinhas sang eksekutor. Tendangannya dengan tragis hanya membentur tiang gawang, membawa terbang harapan PSBS untuk menyamakan kedudukan hingga turun minum.


Kegagalan penalti itu seolah menjadi titik balik yang meruntuhkan mental tim tamu. Memasuki babak kedua, Persijap yang merasa di atas angin terus mengurung pertahanan lawan. Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Carlos Franca mempertontonkan sihir individunya; menari melewati kepungan beberapa bek PSBS sebelum akhirnya melepaskan tembakan mematikan yang mengunci papan skor menjadi 2-0.


Dalam sisa waktu yang ada, PSBS Biak mencoba melawan keputusasaan. Pablo Andrade dan Mochine Hassan Nader secara bergantian mencoba mencari celah gol hiburan, namun seluruh upaya penyelesaian akhir mereka gagal menemui bidang sasaran.


Kemenangan dramatis ini bagaikan suntikan oksigen murni bagi skuad Persijap. Mereka kini berhak merangsek naik ke urutan ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin, merentangkan jarak aman sejauh lima angka dari bibir jurang degradasi. Di sisi lain, kekalahan ini semakin menenggelamkan PSBS Biak di dasar klasemen. Tersendat dengan 18 poin dan terpaut defisit sembilan angka dari zona aman, napas Badai Pasifik kini terasa semakin sesak di sisa kompetisi. (bm)

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap napas lega laskar kalinyamat dan tiang gawang yang meruntuhkan asa badai pasifik dalam olahraga ini hingga selesai Silakan eksplorasi topik ini lebih jauh lagi tetap konsisten mengejar cita-cita dan perhatikan kesehatan gigi. Sebarkan kebaikan dengan membagikan kepada yang membutuhkan. Terima kasih

Topik: #Olahraga
Bagikan: