Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto: net/kompas.com
JAKARTA, KABARLINK.com - Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan deretan pesan berharga bagi jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lewat tayangan video yang diunggah di akun resminya @SBYudhoyono, Senin (17/8/2026), SBY menyoroti pentingnya konsistensi dalam menjaga kesehatan fiskal serta disiplin evaluasi tata kelola pemerintahan demi menghadapi dinamika tantangan global dan domestik.
SBY menilai fondasi serta rancangan pembangunan yang diusung pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan menjawab aspirasi masyarakat. Fokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga keberlanjutan infrastruktur dianggap sebagai pilar utama harapan publik.
SBY menilai fondasi serta rancangan pembangunan yang diusung pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan menjawab aspirasi masyarakat. Fokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga keberlanjutan infrastruktur dianggap sebagai pilar utama harapan publik.
Terkait target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dipatok Presiden Prabowo, SBY optimis angka ambisius tersebut sangat mungkin diraih. Belajar dari pengalamannya memimpin Indonesia selama satu dekade dengan rerata pertumbuhan 6 persen, capaian tersebut terbukti mampu memangkas kemiskinan dan utang negara secara drastis, sekaligus mendongkrak pendapatan per kapita nasional.
Kendati demikian, SBY mengingatkan agar implementasi kebijakan di lapangan dikawal ketat tanpa penyelewengan. Manajemen pemerintahan, tegasnya, memerlukan pengawasan berkelanjutan agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Dalam tayangan yang sama, SBY menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir secara fisik pada upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Tokoh bangsa ini harus bertolak ke Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala—lokasi yang sama tempat ia menjalani operasi pengangkatan prostat pada 2021 silam. (bm)
Kendati demikian, SBY mengingatkan agar implementasi kebijakan di lapangan dikawal ketat tanpa penyelewengan. Manajemen pemerintahan, tegasnya, memerlukan pengawasan berkelanjutan agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Dalam tayangan yang sama, SBY menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir secara fisik pada upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Tokoh bangsa ini harus bertolak ke Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala—lokasi yang sama tempat ia menjalani operasi pengangkatan prostat pada 2021 silam. (bm)
Sumber: kompas.com
.png)