Terkini

Puisi dan Musik Akustik Menemani Sore di Panggung Teras FSY 2026

Admin

Jurnalis

Admin

Puisi dan Musik Akustik Menemani Sore di Panggung Teras FSY 2026

Peserta dalam pembacaan puisi dalam mini stage Poetry Jam: Puisi Maghrib di Panggung Teras, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). Foto: dok. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta



YOGYAKARTA, KABARLINK.com — Alunan musik akustik berpadu dengan pembacaan puisi dalam mini stage Poetry Jam: Puisi Maghrib di Panggung Teras, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). Salah satu rangkaian Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 tersebut menghadirkan suasana sore yang hangat menjelang waktu Maghrib.


Rangkaian diawali penampilan Tholo Akustik yang membawakan sejumlah lagu dengan iringan musik akustik. Suasana kemudian beralih pada pembacaan puisi yang menjadi bagian utama pertunjukan.


Arsya (9 thn) tampil membawakan puisi dengan iringan musik dari Tholo Akustik. Pembacaan tersebut berlangsung syahdu, sementara pengunjung semakin ramai berdatangan dan menikmati pertunjukan dari area sekitar Panggung Teras.


Komunitas Standup Indo Jogja turut mengambil bagian melalui sejumlah pembacaan puisi. Kehadiran komunitas tersebut memperlihatkan bahwa panggung sastra dapat diisi oleh berbagai latar dan komunitas.


Mas Yunus kemudian membacakan puisi karyanya sendiri. Penampilan tersebut melengkapi rangkaian pembacaan puisi yang berlangsung dengan iringan musik akustik.


Pamong Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Dian Korprianing Nugraha mengatakan, Poetry Jam: Puisi Maghrib menjadi ruang yang mempertemukan sastra dengan suasana keseharian masyarakat. “Puisi tidak harus selalu hadir dalam ruang yang formal. Di Panggung Teras, puisi bisa dinikmati bersama musik, sambil duduk santai dan menunggu Maghrib,” ujar Dian.


Menurut Dian, suasana terbuka tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berjumpa dengan puisi secara lebih dekat. Pengunjung dapat datang sebagai penonton sekaligus menjadi bagian dari ruang sastra yang berlangsung secara cair.


Perpaduan musik dan puisi menjadi sajian utama dalam Poetry Jam: Puisi Maghrib. Alunan musik akustik mengiringi pembacaan karya sekaligus membangun suasana sore di tengah aktivitas pengunjung Festival Sastra Yogyakarta.


Poetry Jam: Puisi Maghrib menjadi salah satu ruang pertunjukan FSY 2026 yang mempertemukan penyair, musisi, komunitas, dan masyarakat dalam satu panggung terbuka. Di sana, puisi tidak hanya dibacakan, tetapi hadir sebagai bagian dari laku menikmati sore, mendengar kata, dan berbagi suasana. (bm)

Topik: #Terkini
Bagikan: