TAMASYA

Dari Joglo ke Panggung Nasional, Miss Nusantara DIY Bawa Misi Budaya dan Pariwisata

Kresna Wicaksono

Jurnalis

Kresna Wicaksono

Dari Joglo ke Panggung Nasional, Miss Nusantara DIY Bawa Misi Budaya dan Pariwisata

Lokasi karantina Miss Nusantara Joglopuluhwatu dinilai memiliki atmosfer yang kuat untuk merepresentasikan budaya Jawa melalui arsitektur tradisional, kawasan yang asri, Joglopuluhwatu, Sleman DIY, Minggu 23/08/26 dok.istimewa


SLEMAN, KABARLINK.COM – Pesona perempuan Indonesia berpadu dengan kekayaan budaya Jawa. Nuansa itulah yang mewarnai proses karantina peserta Miss Nusantara tingkat Provinsi DIY yang digelar di Joglopuluhwatu Villa & Resort, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Minggu-Senin (23-24 Agustus 2026).

Bukan sekadar memilih sosok perempuan dengan paras menawan, ajang Miss Nusantara membawa misi lebih luas: memperkenalkan budaya, merawat persatuan, mengangkat keanggunan perempuan Indonesia, sekaligus mempromosikan pariwisata Nusantara.

Karena itu, pemilihan lokasi karantina menjadi bagian penting dalam membangun karakter ajang tersebut. Joglopuluhwatu dinilai memiliki atmosfer yang kuat untuk merepresentasikan budaya Jawa melalui arsitektur tradisional, kawasan yang asri, serta keberadaan joglo yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Joglopuluhwatu dan Abhipraya Talent Management sebagai bagian dari tahapan seleksi peserta Miss Nusantara DIY menuju ajang tingkat nasional.Founder Abhipraya Talent Management, Ari Ertanta, mengatakan karakter Joglopuluhwatu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan lokasi karantina.

“Joglopuluhwatu mempunyai area yang sangat menonjolkan struktur budaya, dengan suasana yang asri dan konsep budaya bangunan Jawa. Area joglonya juga cukup luas untuk tempat seleksi peserta,” ujar Ari.Menurut Ari, konsep tersebut memiliki kesesuaian dengan semangat Miss Nusantara. Ajang beauty pageant tersebut tidak hanya berbicara tentang kecantikan, tetapi juga bagaimana seorang perempuan mampu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia.


Karantina di Joglopuluhwatu menjadi ruang bagi para peserta untuk tidak hanya menjalani proses seleksi, tetapi juga bersentuhan langsung dengan atmosfer budaya Yogyakarta.Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda kepada peserta sebelum melangkah ke tahapan Miss Nusantara tingkat nasional.Bagi Joglopuluhwatu, keterlibatan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk ikut mengembangkan sektor budaya dan pariwisata DIY.


Business Development Management Joglopuluhwatu, Kristo, menyebut kolaborasi dengan Abhipraya Talent Management merupakan bentuk sinergi dua entitas yang sama-sama berada dalam ekosistem pariwisata.“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai sarana promosi dari kedua entitas usaha yang mendasarkan pada ekosistem pariwisata,” kata Kristo.


Tak berhenti pada penyelenggaraan karantina, Joglopuluhwatu juga ingin membawa potensi produk lokal dan UMKM masuk dalam ekosistem kegiatan tersebut.Menurutnya, sinergi semacam ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Yogyakarta lebih luas, sekaligus membawa nama Indonesia melalui talenta-talenta perempuan yang mengikuti ajang Miss Nusantara.


Miss Nusantara diharapkan tidak berhenti sebagai kontes kecantikan semata. Para peserta juga diposisikan sebagai bagian dari wajah Indonesia yang dapat membawa pesan tentang keberagaman budaya dan potensi wisata daerah.Dipilihnya Joglopuluhwatu sebagai lokasi karantina pun memberikan pesan tersendiri: kecantikan Indonesia tidak berdiri sendiri, tetapi tumbuh bersama budaya dan kekayaan Nusantara.


Dari sebuah joglo di lereng Yogyakarta, para calon Miss Nusantara DIY memulai perjalanan menuju panggung yang lebih besar—membawa kecantikan, talenta, dan cerita tentang Indonesia.(Kwn)

Topik: #TAMASYA
Bagikan: