Tasya Farasya, beauty creator sekaligus pengusaha kosmetik. Foto: Tangkapan layar Instagram @tasyafarasya/cnnindonesia
JAKARTA, KABARLINK.COM - Rumah mewah yang dibangun selama enam tahun ternyata menyimpan persoalan serius. Tasya Farasya, beauty creator sekaligus pengusaha kosmetik, mengungkapkan sejumlah kerusakan pada hunian empat lantainya, mulai dari dinding yang retak hingga permukaan area kolam renang yang mengalami penurunan.
Permasalahan tersebut terungkap ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan. Sejumlah indikasi mengarah pada dugaan ketidaksesuaian pengerjaan konstruksi, termasuk pada bagian sambungan kolom dan dinding.
Melalui Instagram Story akun @tasyafarasya pada Sabtu (24/10), Tasya memperlihatkan situasi rumahnya yang tengah dipenuhi pekerja untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Suara palu yang terdengar dalam unggahan tersebut menggambarkan aktivitas pembongkaran di sejumlah bagian bangunan.
"Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua. Kenapa kok bisa retak semua? Karena yang seharusnya ditemukan ada besi, eh malah jadinya ada kayu," ujar Tasya.
Biaya Perbaikan Rumah Ditaksir Mencapai Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah
Kerusakan yang muncul membuat Tasya harus menghadapi persoalan tambahan setelah pembangunan rumahnya selesai. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti perbedaan material yang ditemukan pada bagian bangunan tersebut.
Selain harus menghadapi kondisi rumah yang rusak, Tasya juga memperkirakan perbaikannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia bahkan menyebut pengeluaran tambahan tersebut bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Dengan nada bercanda, Tasya mengungkapkan kekesalannya karena harus kembali mengeluarkan uang untuk menangani persoalan konstruksi yang muncul di rumahnya.
"'Eh, eh, kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi ga, sih?' Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho. Ho-oh, ah gila, can't wait hambur-hamburkan uangku ya, hahaha," ucapnya.
Meski menyampaikannya dengan tawa, persoalan tersebut tetap menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, rumah yang pembangunannya memakan waktu bertahun-tahun itu kini membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan tambahan.
Sambungan Dinding Bermasalah, Area Kolam Renang Ikut Terdampak
Pemeriksaan awal tidak hanya menyoroti retakan yang terlihat pada permukaan dinding. Ditemukan pula dugaan masalah pada sambungan antara kolom bangunan dan dinding bata ringan atau hebel.
Bagian tersebut disebut tidak dilengkapi besi penghubung. Kondisi ini diduga menyebabkan dinding di sekitar kolom mengalami retak, bahkan terdapat bagian yang tampak terpisah.
Mengutip laporan detikProperti, kerusakan juga ditemukan di area kolam renang. Permukaan lantai marmer terlihat mengalami penurunan hingga posisinya berada di bawah garis cat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pengecatan di area itu disebut baru dilakukan sekitar tujuh bulan sebelumnya.
Pihak yang melakukan pemeriksaan menduga terdapat bagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar konstruksi atau gambar perencanaan dari arsitek. Namun, penyebab pasti kerusakan tetap memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Perbaikan Dilakukan dengan Membongkar Sejumlah Bagian Rumah
Untuk menangani kerusakan tersebut, sejumlah bagian rumah Tasya mulai dibongkar agar kondisi struktur di balik permukaan bangunan dapat diperiksa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses identifikasi masalah sekaligus perbaikan.
Aktivitas konstruksi pun kembali berlangsung di dalam rumah. Tasya mengungkapkan bahwa suara pekerjaan terdengar hampir sepanjang hari, bahkan hingga pukul 22.00.
Persoalan lainnya adalah kemungkinan munculnya retakan baru setelah perbaikan selesai. Menurut informasi yang diterimanya, kerusakan serupa berpotensi terjadi kembali di bagian lain bangunan.
"Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain. Wah, I can't wait! Setelah pembangunan 6 tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus. Dokdokdok bersama memong," tuturnya.
Ungkapan tersebut disampaikan Tasya dengan nada sarkastis. Ia seolah menggambarkan betapa melelahkannya menghadapi pekerjaan konstruksi yang harus kembali dilakukan setelah rumah selesai dibangun.
Rumah Empat Lantai yang Dibangun Selama Enam Tahun
Rumah Tasya Farasya sebelumnya menjadi perhatian karena desain interiornya yang beragam dan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya.
Proses pembangunan hunian tersebut dimulai pada 2020 dan berlangsung selama kurang lebih enam tahun. Pada awal pembangunan, Tasya masih menjalani kehidupan rumah tangga bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf.
Setelah keduanya berpisah, pengerjaan rumah dilanjutkan dengan lebih intensif hingga akhirnya rampung dalam beberapa bulan terakhir dari keseluruhan proses pembangunan.
Hunian tersebut memiliki empat lantai dengan perpaduan konsep interior modern dan modern French. Selain dirancang sebagai tempat tinggal, rumah itu juga dilengkapi studio khusus untuk mendukung aktivitas Tasya sebagai kreator konten sekaligus pengusaha.
Sejumlah perabotnya bahkan dibuat secara khusus agar sesuai dengan konsep interior dan kebutuhan ruang.
Namun, di balik desain dan fasilitas mewah tersebut, persoalan konstruksi yang kini muncul menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Perbaikan tidak hanya diperlukan untuk memulihkan tampilan bangunan, tetapi juga untuk memastikan kondisi struktur dan bagian lain yang terdampak dapat ditangani dengan tepat.
Kasus ini memperlihatkan bahwa selesainya pembangunan rumah belum tentu menandai berakhirnya seluruh persoalan konstruksi. Pemeriksaan menyeluruh, evaluasi kualitas pengerjaan, serta pengawasan teknis menjadi bagian penting untuk memastikan bangunan tetap aman dan layak digunakan. (bm)
Sumber: cnnindonesia.com
.png)