Presiden Prabowo Subianto. Foto: tangkapan layar Youtube Najwa Shihab
JAKARTA, KABARLINK.com - Prabowo Subianto akhirnya buka suara tanpa basa-basi soal posisi Indonesia di “Board of Peace”—forum yang digagas Donald Trump. Pesannya tegas: Indonesia tidak akan bertahan jika forum itu justru merugikan kepentingan nasional, apalagi perjuangan Palestina.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan keikutsertaan Indonesia bukan sekadar formalitas diplomatik. Ada tujuan jelas: mendorong kemerdekaan Palestina. Jika arah kebijakan forum melenceng, Indonesia siap angkat kaki tanpa ragu.
“Kalau sudah tidak ada harapan dan justru merugikan, kita keluar,” tegasnya.
Tidak Ada Komitmen Dana, Fokus pada Misi Perdamaian
Prabowo juga meluruskan isu sensitif: Indonesia tidak pernah berjanji menyetor dana miliaran dolar ke forum tersebut. Bahkan, Indonesia absen dalam pertemuan negara penyumbang awal di Washington—sinyal bahwa Jakarta tidak ingin terjebak dalam komitmen finansial.
Sebaliknya, kontribusi yang ditawarkan Indonesia lebih konkret: pasukan penjaga perdamaian untuk melindungi warga sipil di Gaza.
Namun, langkah ini pun tidak sembarangan. Ada syarat keras:
Harus disetujui semua pihak, termasuk faksi di Palestina
Negara-negara Muslim mendukung
Tidak menyeret Indonesia dalam konflik bersenjata
“Kita datang untuk menjaga perdamaian, bukan ikut perang,” tegasnya.
Misi Ditunda, Situasi Tak Kondusif
Rencana pengiriman pasukan kini ditahan. Alasannya jelas: konflik kawasan makin meluas setelah eskalasi antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Dalam kondisi seperti ini, Prabowo menilai tidak realistis bicara misi damai di tengah perang yang belum reda.
Kenapa Indonesia Masuk?
Keputusan bergabung bukan tanpa pertimbangan. Prabowo mengungkap, langkah itu berawal dari forum internasional, saat ia mendorong solusi dua negara (two-state solution) di panggung global.
Ketika proposal perdamaian dibahas, Indonesia melihat celah—meski kecil—untuk memperjuangkan kedaulatan Palestina dari dalam sistem.
Logikanya sederhana:
- Di dalam forum, Indonesia bisa mempengaruhi.
- Di luar, suara Indonesia bisa hilang.
Sikap Tegas: Ikut Tapi Tidak Tunduk
Prabowo memastikan Indonesia tidak akan mengikuti semua agenda secara membabi buta. Setiap langkah tetap dibatasi oleh kepentingan nasional.
Artinya, Indonesia bisa memilih:
- Ikut jika sejalan
- Menolak jika merugikan
Jadi, Indonesia masuk “Board of Peace” bukan untuk ikut arus, tapi untuk mendorong kepentingannya sendiri—terutama soal Palestina. Dan jika forum itu berubah arah, Indonesia siap keluar tanpa kompromi. (tim)
Selesai sudah pembahasan prabowo pasang garis keras indonesia siap keluar dari board of peace jika tak untungkan palestina yang saya tuangkan dalam politik Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca optimis terus dan rawat dirimu baik-baik. Silakan share ke orang-orang di sekitarmu. terima kasih banyak.
