Kecelakaan jip wisata di kawasan Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026) pagi. Warga mencoba melakukan evakuasi. Akibat peristiwa tersebut dua orang tewas, dan tiga penumpang lain dilarikan Puskesmas setempat. Foto: net via akurat.co
PASURUAN, KABARLINK.com – Jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo kembali memakan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas tunggal yang tragis pada Jumat (29/5/2026) pagi.
Sebuah mobil jip ikonik Toyota Hardtop bernomor polisi BG-1478-EF yang mengangkut rombongan wisatawan mengalami kecelakaan hebat di jalan umum jurusan Penanjakan menuju Lautan Pasir, tepatnya di tikungan tajam letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Insiden maut yang diduga dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman (rem blong) ini mengakibatkan dua orang meregang nyawa dan tiga penumpang lainnya harus dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka-luka.
Kehilangan Kendali
Kehilangan Kendali
Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat matahari baru saja terbit di langit Bromo. Kendaraan berbadan kekar itu awalnya melaju membelah jalanan dari arah utara menuju selatan, berniat membawa rombongan menikmati keindahan eksotis Lautan Pasir setelah menyaksikan matahari terbit di Penanjakan.
Namun, saat roda kendaraan mulai memasuki kontur jalan yang menurun curam disertai tikungan tajam berbentuk letter S, situasi mendadak berubah mencekam.
"Petaka diduga bermula ketika sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi dengan baik di jalan turunan. Akibatnya, sang sopir kehilangan kendali penuh atas laju jip yang kian cepat, hingga mobil oleng drastis ke sisi kanan, menghantam tebing pembatas dengan keras, dan berakhir dalam posisi terguling di tengah jalan," ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, saat mengonfirmasi kronologi kejadian.
Benturan keras dengan tebing batu tersebut seketika membawa dampak fatal bagi sang pengemudi yang diidentifikasi bernama Muhammad Sonif (53), seorang warga asal Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
"Petaka diduga bermula ketika sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi dengan baik di jalan turunan. Akibatnya, sang sopir kehilangan kendali penuh atas laju jip yang kian cepat, hingga mobil oleng drastis ke sisi kanan, menghantam tebing pembatas dengan keras, dan berakhir dalam posisi terguling di tengah jalan," ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, saat mengonfirmasi kronologi kejadian.
Benturan keras dengan tebing batu tersebut seketika membawa dampak fatal bagi sang pengemudi yang diidentifikasi bernama Muhammad Sonif (53), seorang warga asal Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Korban mengalami cedera parah berupa luka robek serius di bagian kepala serta pelipis kiri, dan mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian perkara.
Evakuasi Korban
Evakuasi Korban
Nasib malang juga menimpa salah satu penumpang wanita bernama Yolanda Wahyu Anggraeni (27), yang tercatat sebagai warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Korban menderita pendarahan dalam yang cukup hebat pada bagian perut akibat guncangan hebat saat mobil terbalik. Meski sempat dievakuasi oleh warga dan petugas, nyawa Yolanda tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan medis menuju Puskesmas Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
"Sementara untuk tiga penumpang lainnya yang berada di dalam kabin beruntung bisa selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka ringan, meskipun saat ini mereka masih dalam kondisi syok berat," tambah Iptu Joko Suseno.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh unit penegakan hukum Satlantas Polres Pasuruan, kombinasi antara malfungsi teknis pada sistem rem kendaraan dan kondisi geografis jalanan Tosari yang ekstrem menjadi pemicu utama kecelakaan tunggal ini.
"Sementara untuk tiga penumpang lainnya yang berada di dalam kabin beruntung bisa selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka ringan, meskipun saat ini mereka masih dalam kondisi syok berat," tambah Iptu Joko Suseno.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh unit penegakan hukum Satlantas Polres Pasuruan, kombinasi antara malfungsi teknis pada sistem rem kendaraan dan kondisi geografis jalanan Tosari yang ekstrem menjadi pemicu utama kecelakaan tunggal ini.
Topografi jalan yang berliku tajam menuntut kesiapan armada yang benar-benar prima.
Akibat hantaman keras tersebut, kondisi fisik Toyota Hardtop legendaris itu ringsek berat di bagian moncong depan, komponen roda depan sebelah kanan patah total, serta pintu sisi kanan penyok ke dalam.
Akibat hantaman keras tersebut, kondisi fisik Toyota Hardtop legendaris itu ringsek berat di bagian moncong depan, komponen roda depan sebelah kanan patah total, serta pintu sisi kanan penyok ke dalam.
Kerugian material akibat kerusakan properti ini ditaksir mencapai Rp10 juta. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku jasa wisata dan pengendara mandiri untuk selalu melakukan audit kelayakan mesin, terutama sektor pengereman, sebelum nekat menaklukkan jalur ekstrem pegunungan Bromo. (bm)
Sumber: Akurat.co
Itulah pembahasan lengkap seputar tragedi tikungan letter s bromo diduga rem blong jip wisatawan oleng tabrak tebing hingga telan korban jiwa yang saya tuangkan dalam terkini Jangan ragu untuk mencari tahu lebih banyak dari berbagai sumber tetap optimis menghadapi tantangan dan jaga imunitas. Jangan segan untuk membagikan kepada orang lain. jangan lupa cek artikel lain di bawah ini.
