JAKARTA, KABARLINK.com - Seorang mantan pejabat tinggi militer Amerika Serikat, Lawrence Wilkerson, mengeluarkan peringatan keras terkait kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Israel jika konflik dengan Iran terus meningkat.
Wilkerson, yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf di Departemen Luar Negeri AS, menilai situasi perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah mencapai tahap yang sangat berbahaya. Menurutnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat mengambil langkah ekstrem apabila tekanan militer semakin meningkat.
Dalam wawancara yang dikutip oleh Democracy Now!, Wilkerson menyebut Netanyahu diyakini telah memberi sinyal kepada lingkaran internalnya bahwa Israel siap menggunakan kekuatan militer yang jauh lebih besar jika perang semakin tidak terkendali.
Ia juga menilai bahwa Iran sebenarnya belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya, termasuk persenjataan paling canggih yang dimiliki negara tersebut.
Selain memperingatkan soal potensi eskalasi nuklir, Wilkerson melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menuduh Washington telah melakukan operasi militer yang melanggar hukum internasional dalam konflik yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Menurutnya, sejumlah serangan yang dilaporkan mengenai kawasan sipil seperti permukiman, sekolah, dan rumah sakit berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran serius dalam hukum perang. Ia juga menyoroti serangan terhadap fasilitas energi Iran yang disebutnya telah memicu dampak lingkungan besar bagi jutaan penduduk.
Wilkerson bahkan menyebut konflik tersebut sebagai perang yang tidak memiliki dasar hukum kuat, karena dinilai dimulai tanpa pertimbangan matang terkait kedaulatan Iran maupun persetujuan politik yang memadai di Amerika Serikat.
Di sisi lain, ia meragukan klaim pemerintah AS yang menyebut operasi militer hampir selesai. Menurut Wilkerson, sejumlah aset strategis militer Amerika di kawasan Timur Tengah justru mengalami kerusakan serius selama konflik berlangsung.
Ia menyinggung hancurnya beberapa fasilitas radar bernilai miliaran dolar di kawasan Teluk serta kerusakan infrastruktur militer yang memaksa kapal perang AS melakukan pengisian ulang persenjataan di pangkalan jauh seperti Diego Garcia.
Wilkerson juga menyebut beberapa pangkalan penting Amerika di kawasan, termasuk Al Udeid Air Base, berada dalam situasi yang semakin rentan terhadap ancaman serangan.
Menurutnya, Washington telah salah menghitung kekuatan Iran. Dengan populasi puluhan juta orang serta kondisi geografis yang sulit ditembus, ia menilai kemungkinan invasi darat terhadap Iran akan membawa konsekuensi sangat besar bagi Amerika Serikat.
Wilkerson bahkan memperingatkan bahwa konflik ini dapat menandai berkurangnya pengaruh Amerika di Timur Tengah. Ia juga menyinggung potensi langkah kelompok Houthi Movement di Yaman yang bisa saja mengganggu jalur pelayaran strategis di Bab el-Mandeb Strait.
Jika jalur perdagangan tersebut terganggu, dampaknya diperkirakan akan terasa luas terhadap perdagangan global, termasuk pasokan energi dan komoditas pangan.
Di akhir pernyataannya, Wilkerson juga menyoroti pembatasan informasi di Israel yang menurutnya membuat publik internasional tidak mendapatkan gambaran penuh mengenai situasi kerusakan di kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Haifa.
Menurutnya, kurangnya transparansi informasi membuat masyarakat dunia—terutama warga Amerika—tidak sepenuhnya memahami betapa seriusnya perkembangan konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. (tim)
Sekian ulasan tentang mantan pejabat pentagon peringatkan risiko senjata nuklir jika konflik israeliran memburuk yang saya sampaikan melalui terkini Terima kasih telah membaca hingga akhir tetap fokus pada impian dan jaga kesehatan jantung. Mari berbagi kebaikan dengan membagikan ini. silakan lihat artikel lain di bawah ini. Terima kasih.
