Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tenggelam pada pembukaan perdagangan Senin (18/5/2026) pagi, terperosok tajam hingga 2,59%. Grafis dibuat dengan AI
JAKARTA, KABARLINK.com - Mengawali pekan ini, para investor di pasar modal Indonesia tampaknya harus menarik napas panjang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tenggelam dalam lautan merah pada pembukaan perdagangan Senin (18/5/2026) pagi, terperosok tajam hingga 2,59% akibat hantaman ganda dari rontoknya saham-saham konglomerat lokal serta memanasnya suhu geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kepanikan di bursa global.
Terpukul di Kandang Sendiri
Papan perdagangan bursa Jakarta langsung menunjukkan angka yang kurang bersahabat sesaat setelah bel berbunyi. Awalnya, IHSG terkoreksi 1,40% atau kehilangan 94,34 poin ke level 6.628,97. Namun, kepanikan rupanya cepat merambat, membuat indeks meluncur makin dalam hingga menyentuh angka minus 2,59%. Terpantau 208 saham memerah, berbanding terbalik dengan 134 saham yang mencoba bertahan hijau, sementara 349 lainnya tak bergerak. Total transaksi di awal sesi ini mencapai Rp681,16 miliar.
Siapa biang keladinya di dalam negeri? Saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu masih menjadi beban utama yang menekan indeks, ditemani oleh sejumlah emiten raksasa lainnya seperti DSSA. Saham-saham ini memang tengah berada di bawah radar pengawasan penyedia indeks bergengsi dunia, MSCI dan FTSE.
Kejatuhan hari ini seolah memperpanjang penderitaan pasar keuangan Tanah Air. Sepanjang pekan lalu saja, bursa saham sudah babak belur tergerus 3,5%, sementara nilai tukar Rupiah juga ikut terseret turun 0,58%. Pekan ini pun tak kalah mendebarkan, sebab pasar masih menanti efek domino dari tinjauan MSCI, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), hingga rentetan data ekonomi domestik yang akan dirilis akhir pekan nanti.
Ketegangan Global dan Harga Minyak yang Mendidih
Beralih ke panggung dunia, situasinya tak kalah suram. Rapor merah bursa saham Asia-Pasifik kompak menyala merespons ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendidih. Kepanikan ini dipicu oleh gertakan Presiden AS, Donald Trump, yang memberi peringatan keras kepada Iran untuk "bertindak cepat".
Mengingat blokade pelabuhan Iran oleh AS masih berlangsung dan Selat Hormuz tak kunjung dibuka, ancaman Trump tersebut langsung menyetrum pasar energi. Harga minyak mentah dunia sontak melonjak di atas 1%. Minyak brent untuk kontrak Juli meroket ke angka US$110,72 per barel, sementara jenis WTI menembus US$107,26 per barel.
Sentimen ketakutan akan terganggunya urat nadi energi global ini langsung memukul bursa Asia. Indeks Kospi dan Kosdaq di Korea Selatan anjlok parah hingga lebih dari 2%. Nasib serupa dialami bursa Australia (ASX 200) yang turun 0,76% dan Nikkei Jepang yang melemah 0,2%. Di saat bersamaan, para investor yang panik akan inflasi ramai-ramai melepas obligasi global, membuat imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak.
Aksi Jual Saham Teknologi AS
Awan mendung ini sebenarnya sudah terlihat sejak penutupan Wall Street pada Jumat pekan lalu. Bursa saham Amerika Serikat ditutup lesu menyusul aksi ambil untung (profit taking) besar-besaran di sektor teknologi, yang sebelumnya sempat melesat tajam berkat euforia kecerdasan buatan (AI).
Saham-saham raksasa chip seperti Intel, Advanced Micro Devices (AMD), hingga Micron Technology kompak terjun bebas. Bahkan, bintang utama sektor AI, Nvidia, harus rela terkoreksi 4,4%. Fenomena ini menjadi sinyal jelas bahwa investor mulai khawatir dengan tingginya valuasi saham teknologi di tengah pusaran ketidakpastian dunia.
Kini, seluruh mata tertuju pada kalender ekonomi beberapa hari ke depan. Para pelaku pasar global tengah wait and see menanti rilis data ekonomi dari Tiongkok hari ini, laporan kinerja kuartalan Nvidia, serta risalah rapat bank sentral AS (FOMC Minutes) yang akan dirilis pada tengah pekan nanti. (bm)
- ➝ Banjir Bandang Terjang Semarang Barat, Wali Kota Agustina Pimpin Langsung Evakuasi dan Pembersihan Darurat
- ➝ Niat Hati Cuma Buat Yelyel Lomba Burung, Ndarboy Genk Kaget 'Kicau Mania' Malah Terbang Sampai ke Mancanegara
- ➝ Hujan Deras, Hujan Gol di Bantul: Gila! Enam Gol Tercipta Hanya dalam 45 Menit Paruh Pertama PSBS vs Arema FC
Demikianlah senin kelabu di lantai bursa kombinasi maut saham prajogo dan gertakan trump bikin ihsg jatuh bebas sudah saya jabarkan secara detail dalam ekbis & investasi Dalam tulisan terakhir ini saya ucapkan terimakasih selalu berpikir kreatif dan jaga pola tidur. Silakan share ke orang-orang di sekitarmu. semoga artikel lainnya juga bermanfaat. Sampai jumpa.
