Juwono Sudarsono. Ia pernah menjadi Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era B. J. Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Soeharto. Foto: Net/CNNIndonesia/AFP/ADEK BERRY
JAKARTA, KABARLINK.com - Pagi itu, suasana di Gedung Kementerian Pertahanan terasa berbeda. Langkah kaki yang biasanya tegas kini berjalan pelan, diiringi raut duka. Di dalam salah satu ruang yang dinamakan “Ruang Hening”, jenazah Juwono Sudarsono disemayamkan, menjadi pusat penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah mengabdi di berbagai era pemerintahan.
Sejak tiba sekitar pukul 08.00 WIB, karangan bunga dan doa mulai berdatangan. Para pelayat, dari pejabat negara hingga kolega lama, silih berganti hadir memberikan penghormatan. Pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membuka kesempatan bagi tokoh nasional dan masyarakat untuk datang bertakziah sebelum prosesi pelepasan dilakukan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa prosesi penghormatan berlangsung hingga menjelang siang. "Upacara pelepasan akan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, sebelum jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir," katanya yang dikutip dari detik.com.
Iring-iringan kemudian dijadwalkan bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, tempat di mana negara memberikan penghormatan tertinggi bagi para tokoh yang telah berjasa.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan bangsa. Ia pernah menjadi Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya itu, ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era B. J. Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Soeharto.
Sosoknya dikenal sebagai akademisi sekaligus negarawan, seorang guru besar hubungan internasional yang tak hanya berpikir strategis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakan.
Kini, perjalanan panjang itu berakhir. Namun, gagasan dan pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan bangsa. (bm)
Itulah pembahasan mengenai selamat jalan juwono sudarsono negara kehilangan negarawan yang mengabdi sepenuh hati yang sudah saya paparkan dalam terkini Silakan aplikasikan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari selalu berinovasi dan jaga keseimbangan hidup. Jangan segan untuk membagikan kepada orang lain. lihat konten lain di bawah ini.
