Terkini

Menyulap Lahan Lapas Menjadi Lumbung Pangan: Asa Baru Warga Binaan Kendal Lewat Hamparan Terung Ungu

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Menyulap Lahan Lapas Menjadi Lumbung Pangan: Asa Baru Warga Binaan Kendal Lewat Hamparan Terung Ungu
Warga binaan Lapas Kendal sedang beraktivitas dalam pemanfaatan lahan untuk budidaya terung ungu, Jumat (19/6/2026). Foto:ditjenpas.go.id


KENDAL, KABARLINK.com – Belajar mandiri dan produktif bisa lahir dari balik jeruji, atau dalam hal ini, dari hamparan tanah subur di kawasan pembinaan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal kembali menonjolkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang siap guna dengan memperluas program ketahanan pangan berbasis agribisnis.

Langkah teranyar ditunjukkan melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2.700 meter persegi yang kini disulap menjadi area budidaya terung ungu produktif. Melalui kerja sama apik antara petugas dan para warga binaan, proyek hijau ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar omzet panen, melainkan sebagai wadah edukasi pertanian modern agar para narapidana memiliki bekal keterampilan nyata saat kembali membaur di tengah masyarakat.

Sentuhan Traktor hingga Rahasia Nutrisi Bedengan

Aktivitas di atas lahan pertanian Lapas Kendal tampak begitu hidup pada Jumat (19/6/2026). Proses pengerjaan tanah dikerjakan secara sistematis dan terukur guna memastikan media tanam berada dalam kondisi prima sebelum bibit-bibit terung mulai ditancapkan.

Parade persiapan ini dimulai dengan menerjunkan mesin traktor untuk menggemburkan tanah, membalik strukturnya agar pasokan oksigen di dalam bumi tetap terjaga. Selanjutnya, para warga binaan dengan cekatan membentuk gundukan bedengan dengan ukuran lebar presisi 90 sentimeter—sebuah formula ideal untuk mempermudah mobilisasi perawatan sekaligus menjaga sistem saluran air (drainase) agar akar tanaman tidak membusuk saat hujan.

Setelah barisan bedengan siap, proses berikutnya adalah pembuatan lubang tanam segaris. Di setiap titik tersebut, petugas mengarahkan warga binaan untuk menaburkan kapur dolomit guna menjinakkan kadar keasaman tanah (pH) dan memicu pelepasan unsur hara yang optimal.

Tak berhenti di situ, urusan asupan nutrisi awal tanaman diracik serius menggunakan kombinasi pupuk Fertiphos dan kompos matang dengan formula perbandingan 1:3. Racikan pupuk ini kemudian dibenamkan ke dalam lubang, ditutup tanah, dan disiram air agar nutrisinya larut dan mengunci kelembapan di sekitar area perakaran.

Sebagai sentuhan akhir pra-tanam, lembaran mulsa plastik dihamparkan menutupi seluruh permukaan bedengan. Penggunaan pelapis plastik ini sangat krusial untuk menangkal serbuan tanaman pengganggu (gulma), mengontrol penguapan air, serta menjaga stabilitas suhu tanah dari sengatan matahari langsung. Sebelum bibit terung ungu benar-benar ditanam, lahan sengaja diistirahatkan selama tiga hingga lima hari agar seluruh asupan pupuk dasar dapat terurai sempurna.

Investasi Keterampilan Hidup Pasca-Bebas

Keputusan memilih varietas terung ungu bukanlah tanpa alasan yang matang. Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Kusmawan, membeberkan bahwa komoditas ini sengaja dipilih karena memiliki daya tahan yang baik, pola perawatan yang ramah bagi pemula, serta nilai jual yang cukup menjanjikan di pasar lokal.

"Kami tidak hanya fokus pada hasil panen yang bernilai ekonomis, tetapi esensi utamanya adalah transfer ilmu. Kami ingin warga binaan memahami rantai proses pertanian dari hulu ke hilir—mulai dari cara mengolah tanah, manajemen pemupukan, hingga perawatan berkala. Keterampilan inilah yang akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk membuka lembaran hidup baru yang mandiri kelak," harap Kusmawan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menegaskan bahwa optimalisasi aset lahan lapas menjadi kawasan agrowisata produktif merupakan bagian dari pilar pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.

Dengan penerapan teknik pertanian yang presisi dan perencanaan yang matang, program ini diharapkan mampu mencetak standar produk pertanian berkualitas tinggi, sekaligus mengukuhkan posisi Lapas Terbuka Kendal sebagai instansi yang berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah. (bm)
Topik: #Terkini
Bagikan: