Terkini

Kerja dari Rumah Wajib! Strategi Baru Hadapi Tekanan Ekonomi

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Kerja dari Rumah Wajib! Strategi Baru Hadapi Tekanan Ekonomi

Ilustrasi work from home (WFH). Pemerintah mulai mendorong pola kerja baru dengan mengimbau penerapan WFH selama satu hari dalam sepekan. Grafis: AI



JAKARTA, KABARLINK.com - Pemerintah mulai mendorong pola kerja baru dengan mengimbau penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini berlaku bagi sektor swasta hingga aparatur sipil negara (ASN), sebagai langkah efisiensi sekaligus respons terhadap dinamika ekonomi global.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan imbauan tersebut melalui surat edaran yang ditujukan kepada perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD. Dalam skema ini, pekerja tetap menerima gaji penuh dan hak lainnya tanpa pengurangan, termasuk cuti tahunan.

Meski bekerja dari rumah, karyawan tetap diwajibkan menjalankan tugasnya seperti biasa. Pengaturan teknis pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan operasional.

Di lingkungan pemerintah, kebijakan serupa juga mulai diterapkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memastikan ASN di kementeriannya menjalani WFH setiap hari Jumat. Dengan demikian, pola kerja berubah menjadi empat hari di kantor dan satu hari dari rumah.

Ia menegaskan, konsep yang diterapkan adalah WFH, bukan work from anywhere (WFA). Tujuannya agar pegawai tetap mudah dijangkau jika sewaktu-waktu dibutuhkan hadir secara langsung.

“WFH bukan berarti libur. Kinerja tetap diukur dari target pekerjaan,” tegasnya.

Pemerintah sendiri tidak menyiapkan pengawasan khusus, namun memastikan ada mekanisme evaluasi berbasis hasil kerja. ASN yang tidak memenuhi tanggung jawab tetap berpotensi mendapatkan sanksi, sejalan dengan sistem penghargaan dan disiplin yang berlaku.

Kebijakan ini bukan hal baru. Pengalaman saat pandemi menjadi dasar untuk mengadaptasi kembali sistem kerja fleksibel yang dinilai efektif.

Lebih luas, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas fiskal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut efisiensi mobilitas dan operasional menjadi salah satu cara untuk menekan beban anggaran di tengah tekanan harga energi global.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah lain, termasuk optimalisasi penerimaan negara dari sektor komoditas seperti batu bara. Upaya ini diharapkan mampu menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah batas aman.

Dengan skema kerja yang lebih fleksibel, pemerintah berharap efisiensi tidak hanya terjadi di tingkat anggaran, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengurangan mobilitas dan biaya harian.  (BM)

Sekian uraian detail mengenai kerja dari rumah wajib strategi baru hadapi tekanan ekonomi yang saya paparkan melalui terkini Silakan telusuri sumber-sumber terpercaya lainnya Jaga semangat dan kesehatan selalu. Mari kita sebar kebaikan dengan membagikan postingan ini., jangan lupa baca artikel lainnya di bawah ini.

Topik: #Terkini
Bagikan: