ILUSTRASI. Pengisian avtur pada maskapai oleh petugas. Penurunan harga avtur memberi ruang napas lega pada maskapai penerbangan dalam mengelola biaya operasional. Foto: net/kontan.co.id
JAKARTA, KABARLINK.com – Kabar segar berembus bagi industri penerbangan tanah air di awal paruh kedua tahun ini. PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar pesawat terbang (avtur) yang berlaku efektif untuk periode 1 hingga 31 Juli 2026.
Berdasarkan pembaruan data dari laman resmi Pertamina One Solution pada Rabu (1/7/2026), tren harga avtur di berbagai bandara utama Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, baik untuk lini penerbangan domestik maupun rute internasional.
Langkah penurunan tarif yang menyentuh angka ribuan rupiah per liter ini diharapkan mampu memberikan ruang napas lebih lega bagi maskapai penerbangan dalam mengelola biaya operasional mereka, sekaligus menjadi stimulus positif bagi mobilitas masyarakat pasca-musim liburan.
Daftar Penurunan Tarif di Berbagai Pintu Langit Nusantara
Daftar Penurunan Tarif di Berbagai Pintu Langit Nusantara
Kebijakan koreksi harga ini menyasar hampir seluruh bandara strategis di tanah air. Berikut adalah rincian peta harga baru avtur yang berlaku sepanjang bulan Juli 2026:
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK):
Gerbang utama Ibu Kota mencatat penurunan tajam untuk avtur domestik menjadi Rp21.369,6 per liter dari yang sebelumnya bertengger di angka Rp24.697 per liter. Setali tiga uang, tarif avtur internasionalnya melosot dari 141,7 UScents menjadi 121,5 UScents per liter.
Bandara Kertajati, Majalengka (KJT):
Menyamai tarif di Soekarno-Hatta, harga domestik di bandara ini kini dipatok Rp21.369 per liter dari sebelumnya Rp24.697 per liter. Sektor internasional juga disesuaikan menjadi 121,5 UScents dari semula 141,7 UScents per liter.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS):
Untuk rute domestik, harga avtur turun ke angka Rp22.204,35 per liter dibandingkan bulan lalu yang menyentuh Rp26.133 per liter. Sementara bagi maskapai luar negeri, harganya dipangkas menjadi 126,1 UScents dari 149,9 UScents per liter.
Bandara Juanda, Surabaya (SUB):
Pasokan bahan bakar domestik kini dibanderol Rp22.104 per liter dari sebelumnya Rp25.966 per liter. Sedangkan untuk penerbangan lintas negara, harganya dipukul rata menjadi 125,6 UScents dari posisi awal 149 UScents per liter.
Bandara Ahmad Yani, Semarang (SRG):
Kebutuhan penerbangan domestik turun menjadi Rp22.182 per liter dari Rp26.099 per liter, didampingi harga penerbangan internasional yang mendarat di angka 126 UScents dari semula 149,8 UScents per liter.
Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang (KNO):
Harga domestik bertengger di angka Rp21.948 per liter dari sebelumnya Rp25.699 per liter. Untuk rute internasional, tarif disesuaikan menjadi 124,7 UScents dari posisi lama 147,5 UScents per liter.
Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman (PDG):
Penerbangan domestik mengalami penurunan menjadi Rp22.137 per liter dari semula Rp26.010 per liter. Adapun untuk kebutuhan penerbangan internasional, harganya meluncur ke angka 125,8 UScents dari sebelumnya 149,2 UScents per liter.
Melalui penyesuaian yang teratur setiap bulannya ini, Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi di sektor transportasi udara nasional dengan tetap menyelaraskan diri pada dinamika perkembangan harga minyak dunia. (bm)
Sumber: kontan.co.id
Baca Juga:
.png)