Terkini

Pecah Sunyi #1: Hendra Priyadhani dan Misi Memulangkan Seni ke Pelataran Desa

Admin

Jurnalis

Admin

Pecah Sunyi #1: Hendra Priyadhani dan Misi Memulangkan Seni ke Pelataran Desa

Pecah Sunyi #1 digelar di  Dusun Kembaran RT 01, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY,  26-28 Juni 2026. Grafis: istimewa

 


YOGYAKARTA, KABARLINK.com - Seniman Hendra Priyadhanimenggelar pameran seni rupa keliling bertajuk "Pecah Sunyi #1" diDusun Kembaran, Bantul, pada 26-28 Juni 2026, sebagai gerakan kontribusi nyatabagi warga desa.

 

Seni rupa kerap terjebak dalam sekat-sekat galeri yangsteril dan eksklusif. Namun, bagi Hendra Priyadhani, seni harus pulang keakarnya. Pada Jumat hingga Minggu, 26-28 Juni 2026, Gedung PertemuanDusun Kembaran RT 01, Tamantirto, Kasihan, Bantul, akan disulap menjadi ruangrupa yang hidup lewat helatan bertajuk "Pecah Sunyi #1".

 

Ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah gerakankeliling dari desa ke desa. Hendra, yang dikenal dengan jiwa rock n' roll dalamkaryanya, ingin menghidupkan kembali memori kolektif saat ia memulai karier 20 tahunsilam.

 

Ia mengenang pameran tahun 2003 di Godean yang dibuka olehKetua RT dengan iringan obor minyak tanah—sebuah restu dari warga yang iayakini menjadi energi perjalanannya hingga hari ini.

 

"Kembali ke akar adalah pengingat bahwa dari situlahsemangat berkesenian ini lahir. Setelah tumbuh, maka mengingatnya adalah sebuahmomen yang harus dirayakan," ungkap Hendra.

 

Baginya, Pecah Sunyi adalah jembatan komunikasi. Ia inginkontribusi nyata seniman tidak hanya berhenti di pasar seni global, tetapi kembalike tempat mereka "dilahirkan" untuk menginspirasi generasi mendatang.

 

Acara yang dikuratori oleh Deni Rahman ini melibatkansederet seniman lintas disiplin seperti Prihatmoko Moki, G. Prima Puspita Sari,hingga Ismanto Wahyudi. Tak hanya memajang karya di dinding, pameran inimelebur dengan aktivitas warga.

 

Ada lokakarya menggambar bagi santri TPA Masjid Nurul Iman,aksi mural oleh Kidung Grafiti, hingga sablonase kaos gratis oleh PemudaManunggal Bhakti. Warga cukup membawa kaos polos warna terang untuk disulapmenjadi karya seni dengan donasi sukarela untuk kas pemuda setempat.

 

Suasana pembukaan pada Jumat sore dipastikan hangat dengankehadiran Dukuh Kembaran, Bapak Darsono, dan tokoh seni Hari Budiono. Hiburanmusik eksperimental dari Ikbal Lubys dan akustik organik Ismanto Wahyudi akanmengiringi obrolan antara seniman dan warga, memecah kesunyian dusun denganbahasa visual yang ramah. (son)

Topik: #Terkini
Bagikan: