Giriloyo Institute bersama warga RT 01 dan RT 02 Pedukuhan Giriloyo, Kelurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, DIY, menggelar kegiatan tebar bibit ikan dan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Giriloyo, Minggu (17/5/2026). Foto: istimewa
BANTUL, KABARLINK.com - Giriloyo Institute bersama warga RT 01 dan RT 02 Pedukuhan Giriloyo, Kelurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, DIY, menggelar kegiatan tebar bibit ikan dan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Giriloyo, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan konservasi lingkungan untuk menjaga sumber air, kelestarian ekosistem sungai, sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Acara diawali dengan jalan sehat dari Sekretariat Giriloyo Institute menuju kawasan Air Terjun Gedangan yang menjadi lokasi pelepasliaran bibit ikan. Selain menjadi sarana olahraga bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan bagi anak-anak.
Dalam kegiatan ini, sekitar 1.500 bibit ikan ditebar di kawasan hulu sungai. Jenis ikan yang dilepas antara lain wader cakul, wader pari, wader kepek, wader derbang, nilem, sidat, lele lokal, udang, dan kleting.
Ketua panitia, Nur Maslin "Toble" Nuryadi, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi semakin berkurangnya pepohonan serta mulai matinya sejumlah sumber mata air di kawasan perbukitan Giriloyo.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kekeringan dan kesulitan air bersih bisa menjadi ancaman di masa depan. Karena itu kami menanam pohon ringin yang dikenal mampu menyimpan air. Harapannya ini menjadi warisan lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sejauh ini, warga Giriloyo mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih. Karena berada di kawasan perbukitan, sumur harus digali cukup dalam sehingga keberadaan pepohonan penyimpan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air di masa mendatang.
Bibit pohon ringin ditanam di lereng perbukitan, terutama di sekitar bekas jalur air yang dahulu pernah mengalir serta area dekat sungai. Lokasi tersebut dipilih sebagai upaya menjaga resapan dan ketersediaan air di kawasan hulu.
Selain penanaman pohon dan pelepasliaran ikan, panitia juga memasang papan larangan penangkapan ikan menggunakan obat maupun setrum di kawasan hulu sungai. Warga sepakat menjaga kawasan tersebut sebagai area konservasi ikan endemik.
Direktur Giriloyo Institute, Mas'ud Fahlafi mengatakan praktik penangkapan ikan secara ilegal menjadi salah satu penyebab semakin sulit ditemukannya ikan di Sungai Giriloyo.
“Debit air saat musim kemarau sangat kecil sehingga ikan mudah ditangkap dengan cara ilegal. Karena lokasi hulu jauh dari permukiman, pengawasan juga tidak mudah. Maka warga sepakat membuat aturan larangan menangkap ikan dengan obat dan setrum,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian sungai, warga juga memberlakukan sanksi sosial bagi pelanggar berupa kewajiban menebar bibit ikan kembali di sungai.
Menurut Mas’ud, keberadaan ikan bukan hanya penting sebagai sumber pangan, tetapi juga bagian dari keseimbangan lingkungan dan sarana hiburan alami bagi anak-anak.
“Kalau sungainya hidup dan ikannya banyak, anak-anak bisa kembali dekat dengan alam. Minimal ada kegiatan lain selain bermain handphone,” ujarnya.
Persoalan lain yang dihadapi warga adalah meningkatnya populasi kera liar di kawasan perbukitan Giriloyo. Kawanan kera yang jumlahnya mencapai ratusan ekor kerap menyerang lahan pertanian warga dan menyebabkan kerugian. Karena itu, kegiatan tersebut juga disertai penanaman bibit nanas yang diharapkan dapat membantu mengurangi gangguan kera terhadap tanaman pertanian.
Warga Giriloyo, Nur Ahmadi menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan lingkungan seperti ini penting karena selain menjaga alam juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak serta mempererat guyub rukun antarwarga.
Kegiatan ditutup dengan edukasi lingkungan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga pohon, sungai, dan kelestarian ikan di alam. (bm)
Demikian giriloyo institute dorong konservasi lingkungan lewat tebar bibit ikan dan penanaman pohon sudah saya bahas secara mendalam dalam terkini Saya harap Anda mendapatkan pencerahan dari tulisan ini selalu belajar dari pengalaman dan perhatikan kesehatan reproduksi. Mari berbagi kebaikan dengan membagikan ini. Sampai jumpa lagi
