JAKARTA, KABARLINK.com - Bayang-bayang kelam turun kasta yang selama ini menghantui skuad Persijap Jepara akhirnya sirna tertiup angin malam di Banten International Stadium (BIS). Pada Minggu yang mendebarkan itu, peluit panjang wasit tak sekadar menutup laga pekan ke-32 Super League 2025/26, tetapi juga menjadi penanda keselamatan Laskar Kalinyamat. Datang sebagai tim tamu yang memikul beban berat, mereka justru pulang dengan dada membusung usai membungkam tuan rumah Persita Tangerang dengan skor telak tanpa balas, 3-0.
Kemenangan emosional ini layaknya oase di tengah padang pasir bagi Persijap. Tambahan tiga poin penuh sukses mendongkrak posisi mereka ke urutan 13 klasemen sementara. Dengan tabungan 34 poin, jarak enam angka dari zona merah sudah lebih dari cukup untuk menyegel tiket bertahan di kasta tertinggi, mengingat kompetisi tinggal menyisakan dua pertandingan. Di sisi lain, Pendekar Cisadane—julukan Persita—harus rela tertahan di peringkat kesembilan dengan torehan 44 poin.
Jalannya laga sejatinya tak semudah melihat hasil akhir. Tampil di hadapan ribuan pendukung fanatiknya, Persita tampil agresif mengurung pertahanan lawan sejak menit awal. Publik tuan rumah nyaris bergemuruh saat laga baru berjalan lima menit andai tembakan spekulasi Esal Sahrul tak mampu dijinakkan oleh ketangguhan Sendri Johansyah di bawah mistar gawang Persijap. Delapan menit berselang, dewi fortuna masih berpihak pada tim tamu tatkala sepakan jarak dekat striker asal Serbia, Aleksa Andrejic, hanya membentur tiang gawang.
Namun, sepak bola sering kali menghukum tim yang asyik menyerang. Di tengah gempuran bertubi-tubi itu, Persijap justru menunjukkan ketenangan luar biasa. Memasuki menit ke-25, sebuah skema serangan balik cepat dari sayap kanan yang dikomandoi Iker Guarrotxena berakhir manis. Umpan matangnya disambut sontekan cerdik Dicky Kurniawan, mengoyak jala gawang Persita dan mengubah papan skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat tuan rumah kian beringas. Hokky Caraka dan Javlon Guseynov bergantian menebar teror dari berbagai sisi. Namun, malam itu Sendri Johansyah seolah menjelma menjadi tembok karang yang menolak runtuh hingga jeda turun minum.
Memasuki paruh kedua, adu taktik terjadi lewat sejumlah pergantian pemain. Persita mencoba menyuntikkan daya gedor dengan memasukkan Ahmad Nur Hardianto, sementara kubu Jepara merespons taktis lewat kehadiran Alexis Gomez dan Rendi Saepul. Bukannya menyamakan kedudukan, gawang tuan rumah justru kembali bergetar pada menit ke-74. Sebuah umpan lambung cantik dari lini belakang yang dikirim Diogo Brito disambut tandukan mematikan Sudi Abdallah. Skor berubah 2-0.
Kejutan Persijap tak berhenti di situ. Hanya berselang dua menit dari gol kedua, Carlos Franca melakukan aksi individu yang brilian. Memanfaatkan celah di lini pertahanan Persita yang mulai frustrasi, ia dengan dingin mengecoh kiper Igor Rodrigues sebelum menceploskan bola dengan leluasa. Keunggulan 3-0 membuat mental tuan rumah benar-benar runtuh.
Penderitaan Persita kian lengkap tatkala bek andalan mereka, Javlon Guseynov, terpaksa mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah pada menit ke-80 akibat tekel keras terhadap Kurniawan. Bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan membuat Persita tak mampu berbuat banyak. Hingga peluit panjang dibunyikan, pesta kemenangan milik Persijap Jepara tak terbendung lagi.
Susunan Pemain
Persita Tangerang (4-2-3-1): Igor Rodrigues; Muhammad Toha, Javlon Guseynov, Tamirlan Kozubaev, Zalnando; Bae Shin-Young (Zulfan Djiaulhaq 58’), Ramon Bueno (Jack Brown 83’); Hokky Caraka (Dejan Racic 58’), Pablo Ganet, Esal Sahrul (Ahmad Nur Hardianto 46’); Aleksa Andrejic
Persijap Jepara (4-2-3-1): Sendri Johansyah; Rahmat Hidayat (Buyung Ismu Lessy 60’), Diogo Brito, Tiri, Najeeb Yakubu; Borja Martinez, Aly Ndom (Alexis Gomez 46’); Dicky Kurniawan (Firman Ramadhan 84’), Adzikry Fadillah (Rendi Saepul 46’), Carlos Franca (Akbar Arjunsyah 90+); Iker Guarrotxena (Sudi Abdallah 60’). (bm)
Terima kasih telah mengikuti penjelasan badai telah berlalu tiga gol magis di banten selamatkan persijap jepara dari jerat degradasi dalam olahraga ini hingga selesai Moga moga artikel ini cukup nambah pengetahuan buat kamu tetap optimis menghadapi perubahan dan jaga kebugaran otot. Mari bagikan kebaikan ini kepada orang lain. semoga artikel lainnya juga bermanfaat. Sampai jumpa.
