Terkini

Garebeg Sawal 2026: Ritual Keraton yang Hidupkan Semangat Lebaran di Yogyakarta

Ayu

Jurnalis

Ayu

Garebeg Sawal 2026: Ritual Keraton yang Hidupkan Semangat Lebaran di Yogyakarta

Warga tampak saling berebut isi gunungan dalam tradisi Grebeg Syawal di pelataran Masjid Gedhe Kauman, Jumat (20/3/2026). Foto: net/Suara.com/Hiskia



YOGYAKARTA, KABARLINK.com - Antusiasme warga menyaksikan prosesi garebeg sawal sangat tinggi. Pada Jumat (20/3/2026), Keraton Yogyakarta menggelar tradisi tersebut dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.


Ribuan orang yang terdiri masyarakat lokal maupun wisatawan bercampur menyaksikan agenda tahunan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut.


Perayaan ini menjadi bagian penting dari rangkaian budaya untuk memperingati Hari Raya Idulfitri, sekaligus daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan masyarakat dan wisatawan. Prosesi dimulai dari kawasan Kamandungan Kidul dan bergerak menuju Masjid Gedhe Kauman sebagai titik akhir pembagian gunungan.


Wisatawan dapat menikmati prosesi dari berbagai titik strategis, seperti Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta maupun pelataran Masjid Gedhe Kauman.


Satu di antara pengunjung, Endang, mengatakan, dirinya sengaja datang untuk melihat Garebeh Sawal. Dia memilih menonton acara budaya tersebut dari pelataran Masjid Kauman.


"Saya datang ke Yogyakarta sekeluarga, kebetulan suami warga Yogyakarta," katanya sebagaimana dikutip dari suara.com.


Iring-iringan prajurit keraton yang berjalan tertib membawa gunungan menjadi pemandangan yang memukau sekaligus sarat nilai filosofi tentang rasa syukur dan kesejahteraan.


Dalam pelaksanaan Garebeg Sawal kali ini, sejumlah bregada prajurit kraton turut ambil bagian dengan formasi yang khas dan penuh wibawa. Beberapa di antaranya bahkan melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Kepatihan Yogyakarta dan Puro Pakualaman sebagai bagian dari jalur tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Kehadiran bregada ini tidak hanya memperkuat nilai historis, tetapi juga menambah daya tarik visual bagi wisatawan.


Daya tarik lain dalam prosesi tahun ini adalah adanya peragaan prajurit dari Bregada Wirobrojo dan Mantrijero yang tampil baru dengan kostum serta formasi khas masing-masing. Atraksi ini menjadi momen yang paling ditunggu karena memperlihatkan keunikan tiap bregada, mulai dari gerakan baris-berbaris hingga simbol-simbol yang melekat pada setiap atribut prajurit. Nuansa sakral berpadu dengan estetika budaya yang kuat, menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.


Prosesi Garebeg Sawal sendiri merupakan bagian dari tradisi keraton yang telah berlangsung sejak dulu. Tradisi ini memiliki makna sebagai wujud sedekah raja kepada rakyat, yang diwujudkan melalui gunungan berisi hasil bumi. Setelah didoakan, gunungan tersebut diperebutkan kepada masyarakat sebagai simbol berkah dan harapan akan kesejahteraan.


Dengan kekayaan nilai budaya, visual yang memikat, serta keterlibatan masyarakat yang tinggi, Garebeg Sawal menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan di Yogyakarta. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi magnet wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan langsung keistimewaan Yogyakarta. (tim)

Terima kasih telah membaca tuntas pembahasan garebeg sawal 2026 ritual keraton yang hidupkan semangat lebaran di yogyakarta dalam terkini ini Terima kasih atas dedikasi Anda dalam membaca kembangkan jaringan positif dan utamakan kesehatan komunitas. Jika kamu merasa ini berguna Sampai bertemu lagi

Topik: #Terkini
Bagikan: