Logo PWI. Foto: net
JAKARTA, KABARLINK.com - Awan ketegangan sempat menggelembung di Senayan usai terlontarnya kata "sirkus" dalam rapat Komisi II DPR RI yang tengah diliput awak media. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan penggunaan frasa tersebut karena dinilai kurang patut bagi seorang pejabat publik, sementara sang legislator, Deddy Sitorus, bergegas meluruskan bahwa ucapannya sama sekali tidak berniat merendahkan insan pers.
Respons keras datang dari Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu. Ia menegaskan bahwa para jurnalis hadir di gedung wakil rakyat murni untuk mengemban tugas undang-undang demi memenuhi hak publik akan informasi. Menurutnya, apa pun konteksnya, pilihan kata yang berpotensi mencederai kehormatan profesi wartawan semestinya dapat dihindari oleh para pejabat negara.
Tak ingin bola liar terus menggelinding, Deddy Sitorus langsung melempar klarifikasi secara terbuka. Politisi tersebut menjelaskan bahwa ungkapan "seperti sirkus" sejatinya dialamatkan pada kondisi ruang rapat yang terasa sesak dan riuh oleh kerumunan orang yang berdiri di tengah ruangan, bukan menyasar profesi wartawan. Ia bahkan menyarankan agar liputan dilakukan dari balkon atas demi kenyamanan dan ketertiban bersama.
Deddy menegaskan komitmennya dalam menghormati kerja-kerja jurnalistik sebagai pilar keempat demokrasi dan menyatakan tidak pernah berniat menghalangi liputan. Ia pun siap membukan ruang dialog hingga membawa persoalan ini ke Dewan Pers untuk meluruskan kesalahpahaman. Pada akhirnya, kedua belah pihak menyimpan harapan serupa: pentingnya menjaga etika komunikasi dan kehati-hatian berbahasa agar kemitraan harmonis antara pers dan lembaga negara tetap terjaga. (bm)
Respons keras datang dari Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu. Ia menegaskan bahwa para jurnalis hadir di gedung wakil rakyat murni untuk mengemban tugas undang-undang demi memenuhi hak publik akan informasi. Menurutnya, apa pun konteksnya, pilihan kata yang berpotensi mencederai kehormatan profesi wartawan semestinya dapat dihindari oleh para pejabat negara.
Tak ingin bola liar terus menggelinding, Deddy Sitorus langsung melempar klarifikasi secara terbuka. Politisi tersebut menjelaskan bahwa ungkapan "seperti sirkus" sejatinya dialamatkan pada kondisi ruang rapat yang terasa sesak dan riuh oleh kerumunan orang yang berdiri di tengah ruangan, bukan menyasar profesi wartawan. Ia bahkan menyarankan agar liputan dilakukan dari balkon atas demi kenyamanan dan ketertiban bersama.
Deddy menegaskan komitmennya dalam menghormati kerja-kerja jurnalistik sebagai pilar keempat demokrasi dan menyatakan tidak pernah berniat menghalangi liputan. Ia pun siap membukan ruang dialog hingga membawa persoalan ini ke Dewan Pers untuk meluruskan kesalahpahaman. Pada akhirnya, kedua belah pihak menyimpan harapan serupa: pentingnya menjaga etika komunikasi dan kehati-hatian berbahasa agar kemitraan harmonis antara pers dan lembaga negara tetap terjaga. (bm)
Sumber: detik.com
.png)
