Poster Timnas Indonesia laga uji coba bertajuk FIFA Matchday melawan tim tangguh asal Timur Tengah, Oman. Poster: video.com
JAKARTA, KABARLINK.com – Aroma persaingan sengit berbalut kenangan menggelitik kembali menyeruak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Tepat pada Jumat (5/6/2026) ini, Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni laga uji coba bertajuk FIFA Matchday melawan tim tangguh asal Timur Tengah, Oman.
Menariknya, setiap kali kedua negara ini dipertemukan di atas rumput hijau, ingatan publik sepak bola tanah air seolah otomatis ditarik mundur pada sebuah insiden legendaris 16 tahun silam.
Sebuah aksi nekat bin kocak dari seorang suporter bernama Hendri Mulyadi yang tiba-tiba menyusup ke dalam lapangan, merebut bola, dan mencoba mencetak gol ke gawang Oman akibat rasa frustrasinya melihat mandulnya lini serang Skuad Garuda kala itu.
Duka Kualifikasi 2011 dan Lahirnya Sang Penyusup Lapangan
Duka Kualifikasi 2011 dan Lahirnya Sang Penyusup Lapangan
Untuk memahami mengapa aksi tersebut begitu membekas, kita harus memutar kembali memori pada medio Januari 2010 silam. Saat itu, Timnas Indonesia tengah berjuang hidup-mati melawan Oman dalam babak Kualifikasi Piala Asia 2011.
Sebelum laga penentuan tersebut, langkah Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan dengan torehan dua kemenangan dan dua kali hasil imbang dari empat laga sebelumnya.
Namun, jalannya pertandingan justru berpihak pada tim tamu. Oman berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat sepakan Fawzi Bashir pada menit ke-32, sebelum akhirnya disamakan oleh sang striker legendaris, Boaz Solossa, di pengujung babak pertama.
Namun, jalannya pertandingan justru berpihak pada tim tamu. Oman berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat sepakan Fawzi Bashir pada menit ke-32, sebelum akhirnya disamakan oleh sang striker legendaris, Boaz Solossa, di pengujung babak pertama.
Petaka bagi Indonesia mengunci papan skor menjadi 2-1 setelah Ismail Sulaiman mencetak gol kemenangan Oman di menit ke-52. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri itu memastikan mimpi Indonesia untuk terbang ke putaran final Piala Asia 2011 di Qatar resmi kandas.
Di tengah rasa frustrasi massal itulah drama sesungguhnya terjadi. Ketika pertandingan memasuki masa injury time menit kedua, wasit asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh, terpaksa meniup peluit tanda laga dihentikan sementara.
Di tengah rasa frustrasi massal itulah drama sesungguhnya terjadi. Ketika pertandingan memasuki masa injury time menit kedua, wasit asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh, terpaksa meniup peluit tanda laga dihentikan sementara.
Penyebabnya bukan karena pelanggaran pemain, melainkan munculnya seorang pria yang berlari kencang menerobos barisan pengamanan.
Pria itu adalah Hendri Mulyadi. Dengan bertelanjang kaki, mengenakan kaus merah, dan celana panjang cokelat, Hendri berlari bak penyerang profesional. Boaz Solossa sempat mencoba menjegal langkahnya, namun Hendri dengan lincah berhasil meloloskan diri dan langsung menyambar bola yang kebetulan berada di dekat area pelatih Timnas saat itu, Benny Dolo.
Gagal Taklukkan Kiper Premier League hingga Diliput BBC
Pria itu adalah Hendri Mulyadi. Dengan bertelanjang kaki, mengenakan kaus merah, dan celana panjang cokelat, Hendri berlari bak penyerang profesional. Boaz Solossa sempat mencoba menjegal langkahnya, namun Hendri dengan lincah berhasil meloloskan diri dan langsung menyambar bola yang kebetulan berada di dekat area pelatih Timnas saat itu, Benny Dolo.
Gagal Taklukkan Kiper Premier League hingga Diliput BBC
Sontak, puluhan ribu pasang mata suporter yang memadati tribun SUGBK bergemuruh melihat pemandangan ajaib tersebut. Mendiang Benny Dolo pun sempat refleks berlari mengejar Hendri, namun langkah sang arsitek taktik kalah cepat dari determinasi tinggi sang suporter.
Sambil menggiring bola dengan penuh percaya diri ke arah kotak penalti, Hendri melepaskan tendangan spekulasi, mencoba menjebol gawang Oman demi menuntaskan dahaga gol yang tak kunjung lahir dari kaki para punggawa Timnas.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Hendri. Tendangannya dengan mudah diamankan oleh kiper utama Oman, Ali Al Habsi—penjaga gawang kelas dunia yang kala itu tengah naik daun berkat kiprahnya merumput di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Premier League.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Hendri. Tendangannya dengan mudah diamankan oleh kiper utama Oman, Ali Al Habsi—penjaga gawang kelas dunia yang kala itu tengah naik daun berkat kiprahnya merumput di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Premier League.
Usai aksi teatrikal tersebut, sejumlah petugas kepolisian langsung bergerak cepat merangkul dan mengamankan Hendri keluar dari lapangan hijau.
Pasca-kejadian, Hendri secara terbuka mengaku bahwa aksi nekatnya murni dipicu oleh rasa kecewa yang mendalam terhadap kinerja PSSI dan mandeknya prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional.
Pasca-kejadian, Hendri secara terbuka mengaku bahwa aksi nekatnya murni dipicu oleh rasa kecewa yang mendalam terhadap kinerja PSSI dan mandeknya prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional.
Alih-alih dihujat, aksi "bucin" sepak bola ini justru viral ke seluruh penjuru dunia hingga membuat wajah Hendri menghiasi halaman media-media olahraga internasional terkemuka sekelas ESPN dan BBC.
"Saya nekat melakukan itu karena terlanjur kecewa dengan prestasi Timnas Indonesia yang tidak pernah menang. Pilihannya kalau tidak kalah, ya selalu berakhir seri. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ulah saya ini kepada seluruh masyarakat sepak bola tanah air," tutur Hendri kala itu dengan nada pasrah.
Kini, 16 tahun telah berlalu. Timnas Indonesia kembali bersiap meladeni kekuatan Oman di tempat yang sama, namun dengan generasi dan nakhoda yang sama sekali baru. Di bawah arahan juru taktik John Herdman, laga FIFA Matchday malam ini menjadi panggung penting untuk terus meramu dan menemukan formula terbaik bagi masa depan Skuad Garuda.
"Saya nekat melakukan itu karena terlanjur kecewa dengan prestasi Timnas Indonesia yang tidak pernah menang. Pilihannya kalau tidak kalah, ya selalu berakhir seri. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ulah saya ini kepada seluruh masyarakat sepak bola tanah air," tutur Hendri kala itu dengan nada pasrah.
Kini, 16 tahun telah berlalu. Timnas Indonesia kembali bersiap meladeni kekuatan Oman di tempat yang sama, namun dengan generasi dan nakhoda yang sama sekali baru. Di bawah arahan juru taktik John Herdman, laga FIFA Matchday malam ini menjadi panggung penting untuk terus meramu dan menemukan formula terbaik bagi masa depan Skuad Garuda.
Publik tentu berharap, magis kemenangan kali ini benar-benar lahir dari kaki para pemain di lapangan, sehingga tidak perlu ada lagi "Hendri Mulyadi baru" yang harus turun tangan mencoba mencetak gol. (bm)
Sumber: cnnindonesia.com
Baca Juga:
- ➝ Geger OTT Imigrasi Jakbar: Seret Mantan Plt Dirjen hingga Kakanwil Jabar, KPK Berburu 'Kakap' Sampai Bali
- ➝ Bukan Sekadar Kejar Trofi, Nova Arianto Jadikan Piala AFF U-19 Medan Jembatan Menuju Piala Dunia 2027
- ➝ Rompi Merah Muda untuk Sang Mantan Pimpinan: Usai Dicopot Prabowo, Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung





