Timnas Argentina tundukkan Aljazair pada laga pertama Grup J Piala Dunia 2026. Foto: net/REUTERS/Siphiwe Sibeko/cnnindonesia.com
JAKARTA, KABARLINK.com – Aroma persaingan di Grup J Piala Dunia 2026 kian menyengat seiring bertemunya dua tim yang tengah dinaungi tren positif, Argentina dan Austria. Setelah sama-sama mengamankan poin penuh pada laga pembuka, kedua kesebelasan kini bersiap saling sikut di Stadion Dallas demi mengunci tiket lolos otomatis ke babak berikutnya.
Skuad La Albiceleste datang dengan modal kepercayaan diri tinggi usai sang megabintang, Lionel Messi, mengamuk lewat gelontoran golnya ke gawang Aljazair. Namun, Austria yang mengandalkan kedisiplinan kolektif dan keunggulan fisik diprediksi bakal menjadi batu sandungan nyata yang siap memaksa sang juara bertahan memeras keringat lebih deras.
Ketergantungan Messi Versus Tekanan Tinggi Austria
Ketergantungan Messi Versus Tekanan Tinggi Austria
Laga kedua ini menjadi pembuktian sejauh mana taji tim-tim unggulan bisa konsisten di turnamen seketat Piala Dunia. Argentina yang sukses melumat Aljazair 3-0 di laga perdana, kini dihadapkan pada skenario taktis yang jauh lebih rumit.
Di atas kertas, armada asuhan Lionel Scaloni diunggulkan untuk menang, namun Austria bukanlah lawan yang mudah rapuh. Skuad Das Team baru saja memetik modal moral berharga lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania.
Sejumlah pengamat sepak bola tanah air memberikan kalkulasi tajam terkait bentrokan sarat gengsi ini:
- Jun Mahares menilai trilogi gol Messi di laga pertama adalah bukti magisnya belum pudar. Namun, lini serang Argentina juga memiliki opsi mematikan lain seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Ia memprediksi kemenangan 2-0 untuk Argentina.
Sejumlah pengamat sepak bola tanah air memberikan kalkulasi tajam terkait bentrokan sarat gengsi ini:
- Jun Mahares menilai trilogi gol Messi di laga pertama adalah bukti magisnya belum pudar. Namun, lini serang Argentina juga memiliki opsi mematikan lain seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Ia memprediksi kemenangan 2-0 untuk Argentina.
- Windi Wicaksono menyoroti potensi taktik Austria yang akan menerapkan garis pertahanan tinggi (pressing ketat) demi memutus pasokan bola ke kaki Messi. Kendati demikian, kematangan mental juara Argentina diyakini mampu menghukum celah sekecil apa pun. Windi menjagokan skor akhir 2-0 bagi Tim Tango.
- Surya S justru melihat Austria sebagai ujian riil pertama bagi Argentina untuk memperebutkan takhta puncak klasemen. Menurutnya, Messi tidak akan diberikan ruang tembak yang longgar, sehingga Argentina harus puas dengan kemenangan tipis 1-0.
Dilema Taktis dan Prediksi Skor Akhir
Di kubu seberang, tantangan besar kini berada di pundak pelatih Austria. Apakah mereka akan berani meladeni permainan terbuka Argentina atau justru memilih menumpuk pemain di area pertahanan sendiri?
- Nova Arifianto berpendapat bahwa bermain setengah-setengah justru akan menjadi petaka bagi Austria karena insting Messi dalam mengeksploitasi kelengahan lawan sangat mematikan. Nova memprediksi skor mencolok 3-0 kembali berulang.
- Putra Permata Tegar Idaman melihat kolektivitas rapat Austria tanpa mengandalkan satu bintang besar akan menyulitkan Argentina. Laga ketat ini diproyeksikan berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk kemenangan tipis tim Amerika Latin.
- Juprianto Alexander menjagokan keunggulan kolektivitas Argentina untuk meredam keunggulan fisik Austria, dengan prediksi skor akhir 3-1. (Catatan: Terdapat penyebutan Tunisia pada teks asli yang merujuk pada performa memikat laga perdana).
- Abdul Susila melihat celah di lini pertahanan Austria yang dinilai kurang solid saat mengantisipasi serangan balik cepat. Meski Marko Arnautovic dan kolega memiliki kepercayaan diri tinggi usai menekuk Yordania, ketajaman lini depan Argentina diprediksi tetap unggul dalam rentang skor 2-0 atau 3-1.
Satu hal yang pasti, kemenangan dalam laga krusial ini akan langsung melambungkan salah satu tim menuju babak 32 besar tanpa harus menggantungkan nasib di pertandingan pamungkas. Sanggupkah sang juara dunia mempertahankan tabiat menangnya, atau justru Austria yang membuat kejutan besar di Dallas? (bm)
Baca Juga:
- ➝ LAPMI HMI Yogyakarta Gelar Kelas Jurnalistik di Era Medsos dan AI: Ketua SMSI DIY Tegaskan Pers Tetap Tak Tergantikan
- ➝ Wakili Pemerintah Hadiri Perayaan Ulang Tahun Raja Charles III, Mendagri Tito Apresiasi Kemitraan Indonesia–Inggris
- ➝ Panggung Penentuan Garuda Muda: Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U-19, Indonesia Menang Segar dan Siap Tempur Malam Ini
.png)