Terkini

Hujan Sore Menjadi Petaka, Ratusan Rumah di Donggala Terendam Banjir

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Hujan Sore Menjadi Petaka, Ratusan Rumah di Donggala Terendam Banjir

Hujan deras memicu banjir di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2026). Foto: Net/Antara



JAKARTA, KABARLINK.com - Sore itu, langit di pesisir Donggala seolah runtuh tanpa jeda. Hujan turun deras berjam-jam, dan ketika air mulai meluap dari sungai, warga hanya bisa menyelamatkan apa yang sempat dijangkau. Dalam waktu singkat, halaman rumah berubah menjadi genangan, lalu perlahan menjelma banjir yang menelan permukiman.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat ratusan rumah terdampak banjir yang melanda Kecamatan Sirenja dan Balaesang pada Jumat (3/4/2026).


Di Sirenja, sedikitnya 522 rumah terendam yang tersebar di sejumlah desa seperti Balentuma, Tompe, Lompio, hingga Lende Tovea. Satu sekolah dasar dan kantor desa di wilayah tersebut juga tak luput dari genangan. Sementara di Balaesang, sekitar 30 rumah warga di Desa Labean mengalami kondisi serupa.


Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi sejak siang hingga sore yang menyebabkan sungai meluap ke permukiman warga.


Di tengah kondisi itu, kebutuhan penanganan darurat mulai disusun. Di wilayah Sirenja, upaya normalisasi sungai dan pengerahan alat berat dinilai mendesak. Sementara di Balaesang, pembangunan bronjong serta perbaikan drainase menjadi prioritas untuk mencegah banjir berulang.


Meski air sempat merendam ratusan rumah, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jumlah warga yang mengungsi masih terus didata seiring proses evakuasi dan pendataan lapangan.


Di sisi lain, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan pihaknya segera menginstruksikan dinas terkait untuk bergerak cepat. Alat berat akan dikerahkan ke Sirenja guna mempercepat normalisasi aliran sungai.


Menurutnya, meskipun hujan telah reda dan air mulai surut, langkah pencegahan tetap penting agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


Di balik surutnya air, warga kini dihadapkan pada pekerjaan lain yang tak kalah berat: membersihkan sisa lumpur, menata ulang rumah, dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti oleh derasnya hujan sore itu.  (bm)

Itulah rangkuman menyeluruh seputar hujan sore menjadi petaka ratusan rumah di donggala terendam banjir yang saya paparkan dalam terkini Selamat menggali informasi lebih lanjut tentang tema ini tetap fokus pada tujuan hidup dan jaga kesehatan spiritual. Jika kamu merasa ini berguna Sampai bertemu lagi

Topik: #Terkini
Bagikan: