Terkini

Dolar AS Beringas Tembus Rp17.700, Benarkah Bukan Sekadar Badai Global Melainkan 'Penyakit' Dalam Negeri?

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Dolar AS Beringas Tembus Rp17.700, Benarkah Bukan Sekadar Badai Global Melainkan 'Penyakit' Dalam Negeri?

Ilustrasi menguatnya dolar dan melemahnya rupiah. Grafis dibuat dengan AI


JAKARTA, KABARLINK.com - Nilai tukar Rupiah kembali harus menelan pil pahit setelah keperkasaan Dolar Amerika Serikat (AS) meroket hingga menyentuh level Rp17.700-an pada Selasa (19/5/2026) pagi. Di balik dominasi Dolar yang terus menekan mata uang Garuda dan menguras miliaran dolar cadangan devisa negara, muncul sorotan tajam dari parlemen yang menyebut bahwa fenomena ini bukan semata-mata imbas dari guncangan ekonomi dunia, melainkan adanya 'pekerjaan rumah' di dalam negeri yang membuat para investor mulai berpaling.

Mengacu pada pantauan data Bloomberg sekitar pukul 09.21 WIB, mata uang Paman Sam tersebut melenggang kuat di posisi Rp17.705. Angka ini kembali merangkak naik dari posisi penutupan pada Senin (18/5) sore yang berada di kisaran Rp17.680.

Tak hanya Rupiah yang dibuat tak berdaya, Dolar AS juga terpantau menekan sejumlah mata uang dunia lainnya. Yen Jepang (JPY) harus rela melemah 0,09%, disusul Dolar Kanada (CAD) yang terkoreksi 0,07%, dan Franc Swiss (CHF) sebesar 0,13%. Meski tampil beringas di Asia, Dolar AS rupanya masih harus mengakui keunggulan mata uang Benua Biru pada perdagangan kali ini, di mana Euro (EUR), Poundsterling (GBP), dan Dolar Australia (AUD) sukses menekan balik Dolar AS.

Melihat nilai tukar yang kian mengkhawatirkan, alarm kewaspadaan pun berbunyi nyaring di Senayan. Legislator asal Fraksi PDIP, Harris Turino, mengkritisi tajam fenomena anjloknya Rupiah ini dalam rapat kerja bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, awal pekan ini.

Menurut Harris, menyalahkan kondisi global saja sebagai biang kerok pelemahan Rupiah adalah hal yang kurang tepat. Ia menilai kemerosotan ini turut dipicu oleh hilangnya kepercayaan investor akibat masalah fundamental di dalam negeri. Faktor-faktor internal tersebut merentang dari isu kebijakan fiskal, tekornya transaksi berjalan (defisit), hingga derasnya aliran modal asing yang memilih kabur meninggalkan pasar Indonesia.

Sebagai garda terdepan penjaga stabilitas moneter, Bank Indonesia tentu tidak tinggal diam melihat mata uangnya terus digempur. BI dilaporkan telah mengeluarkan berbagai jurus andalan untuk mengerem laju depresiasi Rupiah yang semakin dalam.

Langkah intervensi di pasar valuta asing pun terpaksa dilakukan besar-besaran. Imbasnya, cadangan devisa negara yang semula gemuk di angka US$156 miliar, kini harus menyusut signifikan ke kisaran US$146 miliar. Tak berhenti di situ, BI juga memutar otak dengan mengerek imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga menyentuh 6,41%, serta memborong Surat Berharga Negara (SBN) demi menjaga daya tarik pasar keuangan domestik agar tak semakin ditinggalkan investor. (bm)

Begitulah dolar as beringas tembus rp17700 benarkah bukan sekadar badai global melainkan penyakit dalam negeri yang telah saya bahas secara lengkap dalam terkini Jangan ragu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang topik ini selalu berpikir positif dan jaga kondisi tubuh. Jangan ragu untuk membagikan ini ke sahabat-sahabatmu. lihat artikel lain di bawah ini.

Topik: #Terkini
Bagikan: