INFEKSI JAMUR - Infeksi jamur vagina, atau yang dikenal dengan kandidiasis vagina, disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida. Ilustrasi: net
KABARLINK.com - Seringkali wanita merasa khawatir ketika merasakan gatal atau keputihan yang tidak biasa pada area kewanitaannya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi. Namun, tahukah Anda bahwa infeksi pada vagina bisa disebabkan oleh jamur maupun bakteri? Lalu, apa perbedaan di antara keduanya?
Menurut penjelasan seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, perbedaan mendasar terletak pada penyebabnya. Infeksi jamur vagina, atau yang dikenal dengan kandidiasis vagina, disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida. Sementara itu, infeksi bakteri vagina, atau bacterial vaginosis (BV), terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri alami yang ada di vagina.
Gejala yang Membedakan:
Meskipun gejalanya terkadang mirip, ada beberapa perbedaan yang bisa menjadi petunjuk. Pada infeksi jamur, biasanya keluhan utama adalah rasa gatal yang sangat mengganggu di area vulva dan vagina. Keputihan yang muncul umumnya berwarna putih susu atau seperti keju cottage, kental, dan tidak berbau. Sementara itu, pada BV, keputihan cenderung berwarna abu-abu atau kekuningan, lebih encer, dan memiliki bau amis yang khas, terutama setelah berhubungan seksual.
Diagnosis dan Pengobatan:
Untuk diagnosis yang akurat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis di laboratorium. Pengobatan untuk infeksi jamur biasanya berupa krim atau supositoria antijamur yang dimasukkan ke dalam vagina. Sementara itu, BV umumnya diobati dengan antibiotik, baik dalam bentuk pil yang diminum atau krim yang dioleskan.
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati:
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi vagina antara lain:
- Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan membersihkannya secara teratur menggunakan air bersih dan sabun yang lembut.
- Menghindari penggunaan sabun atau produk pembersih kewanitaan yang mengandung parfum atau bahan kimia keras.
- Mengeringkan area kewanitaan dengan baik setelah mandi atau berenang.
- Mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun dan tidak terlalu ketat.
- Menghindari penggunaan douching, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.
Dengan memahami perbedaan antara infeksi jamur dan bakteri pada vagina, serta melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan wanita dapat menjaga kesehatan organ reproduksinya dengan lebih baik. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai. (Kabarlink/Ain)
Begitulah dokter spesialis kelamin jelaskan perbedaan infeksi jamur dan bakteri pada vagina yang telah saya jelaskan secara lengkap dalam humaniora, Semoga tulisan ini membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari optimis terus dan rawat dirimu baik-baik. Jangan lupa untuk membagikan ini kepada sahabatmu. Terima kasih
