Ilustrasi panas ekstrem. Ilustrasi net/freepik/kompas.com
JAKARTA, KABARLINK.com - Suhu udara yang terasa semakin menyengat di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini membuat banyak orang mengira sedang terjadi gelombang panas. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi tersebut bukan heatwave, melainkan peningkatan suhu yang masih tergolong normal untuk wilayah tropis.
Pelaksana tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa karakter iklim Indonesia berbeda dengan negara subtropis yang biasa mengalami gelombang panas ekstrem dalam beberapa hari berturut-turut.
Menurutnya, di Indonesia suhu cenderung stabil dan masih disertai pembentukan awan serta hujan yang cukup sering, sehingga tidak memenuhi kriteria gelombang panas.
Kenapa Cuaca Terasa Lebih Panas?
BMKG mengungkapkan bahwa periode Maret hingga Mei memang identik dengan suhu yang lebih terasa terik. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Posisi matahari berada di sekitar garis ekuator
- Tutupan awan pada siang hari berkurang
- Pergerakan angin relatif lemah
Kombinasi ini membuat radiasi matahari lebih maksimal mencapai permukaan bumi, sehingga suhu terasa lebih tinggi terutama pada siang hingga sore hari.
Di kawasan perkotaan, kondisi panas bahkan bisa terasa lebih ekstrem akibat fenomena urban heat island, yaitu efek penumpukan panas di area padat bangunan seperti aspal dan beton.
Suhu Capai 37 Derajat, Tapi Masih Normal
Dalam periode 12–15 Maret 2026, BMKG mencatat suhu maksimum di beberapa daerah cukup tinggi, di antaranya:
- Jawa Barat mencapai sekitar 37 derajat Celsius
- Jawa Timur sekitar 35 derajat Celsius
- Kalimantan sekitar 36,4 derajat Celsius
- Banten sekitar 36,2 derajat Celsius
Meski tinggi, angka tersebut masih dianggap wajar dalam konteks iklim tropis Indonesia.
Hujan Masih Berpotensi Terjadi
Menariknya, meskipun siang hari terasa panas, potensi hujan masih tetap ada. BMKG memperkirakan periode 17–23 Maret 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang di banyak wilayah.
Namun, beberapa daerah juga perlu mewaspadai hujan dengan intensitas lebih tinggi, seperti di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Fenomena ini terjadi karena distribusi hujan mulai bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sementara wilayah lain mengalami langit yang lebih cerah sehingga paparan sinar matahari meningkat.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas yang terasa menyengat. Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain:
- Memperbanyak konsumsi air putih
- Mengurangi aktivitas di bawah terik matahari
- Menggunakan pelindung seperti topi atau payung
- Rutin memantau informasi cuaca resmi
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan. (tim)
Sekian penjelasan detail tentang cuaca terasa makin terik bmkg tegaskan bukan gelombang panas yang saya tuangkan dalam terkini Saya berharap Anda terinspirasi oleh artikel ini berpikir maju dan jaga kesejahteraan diri. Jika kamu suka semoga Anda menikmati artikel lainnya. Sampai jumpa.
