Pelatih timnas Indonesia U19, Nova Arianto (tengah) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (1/6/2026). Foto: net via Kompas.com/Cristison Sondang Pane
MEDAN, KABARLINK.com – Gelaran bergengsi Piala AFF U-19 yang menghentak Kota Medan, Sumatera Utara, dipastikan bukan sekadar menjadi panggung adu gengsi biasa bagi skuad Timnas U-19 Indonesia.
Di bawah komando arsitek taktik Nova Arianto, turnamen kelompok umur se-Asia Tenggara ini dibidik sebagai kawah candradimuka sekaligus simulator krusial untuk mematangkan kesiapan Garuda Muda menyongsong agenda yang jauh lebih raksasa, yakni Kualifikasi Piala Asia U-20 hingga membidik tiket putaran final Piala Dunia U-20 pada tahun 2027 mendatang.
Investasi Jangka Panjang Menuju Panggung Dunia
Investasi Jangka Panjang Menuju Panggung Dunia
Cetak biru dan visi jangka panjang ini dikupas tuntas oleh Nova Arianto dalam sesi konferensi pers resmi yang digelar di Medan, menjelang laga pembuka kontra Myanmar. Alih-alih terobsesi pada target juara secara instan, mantan bek tangguh Timnas Indonesia ini memilih realistis dengan melihat turnamen ini dari kacamata evaluasi makro.
"Piala AFF ini merupakan sarana uji coba yang sangat ideal bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan, kedalaman skuad, serta progres taktik tim ini sebelum benar-benar terjun ke babak kualifikasi yang sesungguhnya," papar Nova dengan nada optimistis.
Lebih lanjut, Nova membeberkan bahwa anak-anak asuhnya yang bertarung di Medan saat ini merupakan fondasi utama yang diproyeksikan mengisi pos Skuad U-20. Target besarnya tidak main-main: lolos ke putaran final Piala Asia serta menjadi generasi emas yang bakal berjuang mencetak sejarah menembus Piala Dunia U-20 yang akan digulirkan tahun depan.
Kendati memiliki mimpi setinggi langit, Nova sadar betul akan pentingnya sebuah proses berjenjang. Ia meminta para pemainnya untuk tidak terdistraksi oleh ekspektasi publik yang terlalu besar di luar lapangan.
"Tentu kami ingin mempersembahkan hasil terbaik bagi publik tanah air, tetapi saya selalu menekankan kepada para pemain untuk menikmati prosesnya dan tetap membumi dengan fokus penuh dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," imbuh Nova.
Menguji Mental di Grup Neraka dan Fokus Game Per Game
Menguji Mental di Grup Neraka dan Fokus Game Per Game
Ujian perdana kestabilan performa Tim Garuda Muda akan langsung diuji di babak penyisihan. Berdasarkan hasil undian, Indonesia dipastikan masuk ke dalam peta persaingan sengit di Grup A, bersanding dengan kekuatan tradisional sepak bola ASEAN seperti Vietnam, Myanmar, dan tim kejutan Timor Leste.
Ketatnya persaingan di grup ini dinilai menguntungkan karena format turnamen akan memberikan gambaran riil mengenai peta kekuatan tim. "Nanti di akhir turnamen, kami akan melihat ada di posisi mana level permainan kita.
Ketatnya persaingan di grup ini dinilai menguntungkan karena format turnamen akan memberikan gambaran riil mengenai peta kekuatan tim. "Nanti di akhir turnamen, kami akan melihat ada di posisi mana level permainan kita.
Hasil akhir dari turnamen ini akan kami jadikan rapor dan bahan evaluasi total sebelum menghadapi kualifikasi krusial pada September 2026 nanti," tegas suksesor Shin Tae-yong di tim muda tersebut.
Menariknya, demi menjaga stabilitas ruang ganti, Nova memilih untuk melonggarkan tekanan psikologis pada pundak para pemain mudanya. Alih-alih mencekoki mereka dengan target wajib menang, ia justru lebih getol membenahi aspek non-teknis yang kerap menjadi momok pemain usia muda.
"Fokus utama saya saat ini sebenarnya lebih menyasar pada pembenahan mentalitas bertanding serta menjaga kondisi psikologis para pemain. Sangat penting bagi mereka untuk bisa mengendalikan emosi dan demam panggung agar mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, terutama pada laga-laga awal turnamen," pungkas Nova. (bm)
Menariknya, demi menjaga stabilitas ruang ganti, Nova memilih untuk melonggarkan tekanan psikologis pada pundak para pemain mudanya. Alih-alih mencekoki mereka dengan target wajib menang, ia justru lebih getol membenahi aspek non-teknis yang kerap menjadi momok pemain usia muda.
"Fokus utama saya saat ini sebenarnya lebih menyasar pada pembenahan mentalitas bertanding serta menjaga kondisi psikologis para pemain. Sangat penting bagi mereka untuk bisa mengendalikan emosi dan demam panggung agar mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, terutama pada laga-laga awal turnamen," pungkas Nova. (bm)






