Gennaro Gattuso resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Italia setelah target membawa tim ke Piala Dunia 2026 tak tercapai. Foto: net/detik.com/Getty Images/Image Photo Agency
JAKARTA, KABARLINK.com - Langit sepak bola Italia terasa muram. Kegagalan melangkah ke panggung terbesar dunia kembali menyisakan luka, dan kali ini berujung pada perpisahan di pucuk kepemimpinan tim nasional.
Gennaro Gattuso resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Italia setelah target membawa tim ke Piala Dunia 2026 tak tercapai. Dalam pernyataan resminya kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Jumat (3/4/2026), ia mengaku mundur dengan perasaan berat.
Gattuso menilai kegagalan tersebut menjadi alasan utama untuk segera dilakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan tim berjuluk Azzurri. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden FIGC Gabriele Gravina dan legenda kiper Gianluigi Buffon atas kepercayaan yang telah diberikan selama dirinya menjabat.
Menurutnya, melatih tim nasional merupakan kehormatan besar, terlebih dengan dukungan penuh dari para pemain dan suporter Italia. Ia pun menegaskan bahwa kecintaannya terhadap seragam biru akan tetap terjaga, meski tak lagi berada di pinggir lapangan.
Kegagalan Italia bermula dari hasil buruk di babak playoff. Dalam laga yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, skuad Azzurri harus mengakui keunggulan Bosnia & Herzegovina lewat adu penalti setelah bermain imbang selama waktu normal dan tambahan. Kekalahan tersebut memastikan Italia kembali absen dari Piala Dunia, melanjutkan tren buruk sejak 2018.
Tak hanya Gattuso, dampak dari kegagalan ini juga merembet ke jajaran petinggi. Gravina akhirnya melepas jabatannya sebagai Presiden FIGC setelah sebelumnya mendapat tekanan publik. Sementara Buffon yang menjabat sebagai kepala delegasi tim nasional juga memilih mundur.
Situasi ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia, yang kini harus kembali membangun fondasi baru demi mengembalikan kejayaan mereka di kancah internasional. (bm)
Gennaro Gattuso resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Italia setelah target membawa tim ke Piala Dunia 2026 tak tercapai. Dalam pernyataan resminya kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Jumat (3/4/2026), ia mengaku mundur dengan perasaan berat.
Gattuso menilai kegagalan tersebut menjadi alasan utama untuk segera dilakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan tim berjuluk Azzurri. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden FIGC Gabriele Gravina dan legenda kiper Gianluigi Buffon atas kepercayaan yang telah diberikan selama dirinya menjabat.
Menurutnya, melatih tim nasional merupakan kehormatan besar, terlebih dengan dukungan penuh dari para pemain dan suporter Italia. Ia pun menegaskan bahwa kecintaannya terhadap seragam biru akan tetap terjaga, meski tak lagi berada di pinggir lapangan.
Kegagalan Italia bermula dari hasil buruk di babak playoff. Dalam laga yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, skuad Azzurri harus mengakui keunggulan Bosnia & Herzegovina lewat adu penalti setelah bermain imbang selama waktu normal dan tambahan. Kekalahan tersebut memastikan Italia kembali absen dari Piala Dunia, melanjutkan tren buruk sejak 2018.
Tak hanya Gattuso, dampak dari kegagalan ini juga merembet ke jajaran petinggi. Gravina akhirnya melepas jabatannya sebagai Presiden FIGC setelah sebelumnya mendapat tekanan publik. Sementara Buffon yang menjabat sebagai kepala delegasi tim nasional juga memilih mundur.
Situasi ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia, yang kini harus kembali membangun fondasi baru demi mengembalikan kejayaan mereka di kancah internasional. (bm)
Baca Juga:
- ➝ Instruksi Wali Kota Agustina: GOR Tri Lomba Juang Direhabilitasi Menyeluruh, dari Lapangan Tenis hingga Ruko
- ➝ Gamelan Syahdu dan Wedang Semlo Jadi Saksi Keakraban 3,5 Jam Sri Sultan HB X dan Megawati di Keraton Yogyakarta
- ➝ Saksikan Ritual Patah Panah di Jayawijaya, Air Mata Wamendagri Ribka Haluk Tumpah Saat Suku-Suku Papua Pegunungan Berdamai





