Aneka Takjil - Suasana Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta dimeriahkan aneka macam produk UMKM. Setiap Ramadan, ribuan orang berkunjung di kawasan ini untuk berburu menu takjil. Foto: net
YOGYAKARTA, KABARLINK.com – Kalau Anda sedang singgah di Kota Yogyakarta,jangan lupa mampir Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Di sini, Anda bisaberburu menu takjil gratis untuk buka puasa.
Setiap hari, sekitar 3.800 porsi takjil buka puasa dibagikan secaracuma-cuma kepada masyarakat dengan menu utama yang berbeda-beda.
Setiap tahun, saat Ramadan tiba, masyarakat Kota Gudeg ini rasanya belumlengkap tanpa ngabuburit ke kawasan Jogokariyan. Kampung di wilayah Mantrijeronini berubah menjadi pusat keramaian melalui Pasar Sore Kampoeng RamadhanJogokariyan yang resmi dibuka Rabu (18/02/2026).
Fenomena ini hanya berlangsung selama Ramadan.Jalanan yang biasanya tenang mendadak dipenuhi deretan lapak kuliner, pembeli,dan relawan masjid yang sibuk menyiapkan hidangan berbuka. Kampoeng RamadhanJogokariyan bukan sekadar pasar takjil, tetapi telah berkembang menjadi ikonwisata religi yang dikenal luas di Indonesia.
Gagasan awalnya muncul sekitar tahun 2004 daripengurus Masjid Jogokariyan yang ingin menghidupkan masjid sebagai pusataktivitas umat, bukan hanya tempat ibadah. Ramadan dijadikan momentum untukmenggerakkan ekonomi warga sekaligus mempererat solidaritas sosial.
Berawal dari beberapa pedagang kecil, kini kawasan ini menjelma menjadiagenda tahunan berskala besar yang menarik ratusan ribu pengunjung, termasukwisatawan mancanegara.
Di sepanjang Jalan Jogokariyan, ratusan pelakuUMKM ikut ambil bagian, jumlahnya berkisar antara 300 hingga 400 usaha.Perputaran ekonomi selama satu bulan Ramadan diperkirakan mencapai miliaranrupiah, menjadikannya contoh sukses pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Begitu memasuki area pasar, pengunjung akandisambut aroma aneka hidangan yang menggoda. Mulai dari nasi kebuli, sate dansosis bakar, hingga jajanan tradisional dan minuman segar berwarna-warnitersedia dalam ragam pilihan. Selain kuliner, terdapat pula stan busana Muslim,aksesori, serta kerajinan khas Yogyakarta yang dijual dengan harga terjangkau.
Suasana menjelang berbuka menjadi momen palingdinantikan. Masyarakat dari berbagai latar belakang, dari mahasiswa, keluarga,pekerja, hingga wisatawan asing, duduk bersama di tepi jalan menunggu azanmagrib. Relawan masjid membagikan takjil dengan tertib dan terorganisasi.Kebersamaan yang tercipta menghadirkan kesan hangat, inklusif, dan penuhtoleransi.
Akses menuju lokasi relatif mudah. Dari pusat kota Yogyakarta sepertikawasan Malioboro atau Alun-alun Utara, perjalanan hanya memakan waktu sekitar10–15 menit melalui Jalan Parangtritis. Gerbang khas Jogokariyan dan deretandekorasi Ramadan akan menyambut pengunjung setibanya di lokasi. Disarankandatang sekitar pukul 15.30 WIB agar dapat menikmati suasana tanpa terlalupadat. (tim)
Demikianlah berburu takjil di pasar sore kampoeng ramadhan jogokariyan sudah saya jabarkan secara detail dalam tamasya Jangan ragu untuk mendalami topik ini lebih lanjut cari inspirasi positif dan jaga kebugaran. Bagikan kepada yang perlu tahu tentang ini. lihat artikel lainnya di bawah ini.
