Ilustrasi Hari Ayah Sedunia. Foto: AI
JAKARTA, KABARLINK.com – Di balik kemeriahan perayaan Hari Ayah Sedunia yang jatuh pada Minggu (21/6/2026) hari ini, tersimpan sebuah narasi masa lalu yang amat menyentuh hati tentang ketegaran seorang pria. Peringatan tahunan yang rutin dirayakan setiap Minggu ketiga bulan Juni di berbagai belahan negara—mulai dari India, Kanada, hingga Inggris—ini rupanya tidak lahir dari keputusan politik yang instan.
Hari Ayah bermula dari rona kekaguman mendalam seorang anak perempuan di Amerika Serikat yang menyaksikan langsung bagaimana sang ayah berjuang tanpa lelah membesarkan enam orang anak seorang diri pasca-berpulangnya sang istri. Berawal dari gerakan lokal yang sempat dipandang sebelah mata, dedikasi sunyi para ayah kini telah bertransformasi menjadi momen refleksi global untuk menghormati pilar pelindung keluarga.
Surat Cinta Sonora Dodd untuk Sang Ayah Tunggal
Surat Cinta Sonora Dodd untuk Sang Ayah Tunggal
Tinta sejarah mencatat nama Sonora Smart Dodd, seorang wanita asal Washington, Amerika Serikat, sebagai pelopor utama di balik lahirnya momentum ini. Dilansir dari laporan NDTV, ide mulia tersebut tebersit di benak Dodd pada tahun 1909 silam, sesaat setelah dirinya khusyuk mendengarkan khotbah keagamaan yang mengulas tentang esensi Hari Ibu.
Dodd merasa ada ketimpangan emosional; figur ayah juga sangat layak mendapatkan panggung penghormatan yang setara atas segala tetes keringat, pengorbanan, dan cinta tak bersyarat yang mereka berikan demi masa depan buah hati.
Inspirasi terbesar Dodd bersumber dari rumahnya sendiri. Sang ayah, William Jackson Smart, merupakan seorang veteran Perang Saudara Amerika yang harus menelan pil pahit menjadi orang tua tunggal (single parent).
Inspirasi terbesar Dodd bersumber dari rumahnya sendiri. Sang ayah, William Jackson Smart, merupakan seorang veteran Perang Saudara Amerika yang harus menelan pil pahit menjadi orang tua tunggal (single parent).
Melansir ulasan Economic Times, William dengan penuh kasih sayang mampu menakhodai bahtera rumah tangga dan merawat keenam anaknya sendirian setelah sang istri wafat. Terpukul sekaligus bangga melihat ketabahan sang ayah, Dodd mulai gencar mengampanyekan gerakan sosial demi terciptanya hari khusus bagi para kepala keluarga.
Perjuangan Dodd akhirnya membuahkan hasil manis. Menurut catatan Indian Express, seremoni Hari Ayah perdana yang diakui publik berhasil diselenggarakan pada 19 Juni 1910 di Spokane, Washington.
Perjuangan Dodd akhirnya membuahkan hasil manis. Menurut catatan Indian Express, seremoni Hari Ayah perdana yang diakui publik berhasil diselenggarakan pada 19 Juni 1910 di Spokane, Washington.
Namun, perjalanan menuju pengakuan konstitusional tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selama bertahun-tahun, gagasan Dodd sempat dihantam penolakan keras dari berbagai pihak yang menuduh perayaan ini sengaja diciptakan hanya demi kepentingan komersial bisnis kartu ucapan dan hadiah, sehingga perkembangannya berjalan jauh lebih lambat ketimbang Hari Ibu.
Ketukan Palu Richard Nixon dan Makna yang Meluas
Ketukan Palu Richard Nixon dan Makna yang Meluas
Butuh waktu puluhan tahun bagi masyarakat Amerika Serikat untuk sepenuhnya membuka mata. Titik terang mulai tampak pada tahun 1966 ketika Presiden Lyndon B. Johnson mengeluarkan proklamasi resmi yang menandai Minggu ketiga bulan Juni sebagai momentum Hari Ayah.
Puncak legalitas hukum akhirnya runtuh enam tahun kemudian. Pada tahun 1972, Presiden Richard Nixon menandatangani undang-undang permanen yang menetapkan Hari Ayah sebagai hari peringatan sekaligus hari libur nasional di Amerika Serikat, tepat enam dekade setelah Dodd pertama kali menyuarakan impiannya.
Kini, esensi Hari Ayah telah bermutasi menjadi lebih universal. Apresiasi hangat ini tidak lagi dikotakkan hanya untuk ayah kandung, melainkan meluas bagi para kakek, ayah tiri, ayah angkat, wali, hingga sosok pria mana pun yang telah mengorbankan waktu dan jiwanya untuk memberikan bimbingan serta perlindungan bagi generasi penerus.
Beda Tanggal, Satu Rasa di Seluruh Penjuru Bumi
Meskipun kiblat peringatan di Indonesia dan banyak negara mengacu pada tradisi Minggu ketiga bulan Juni, peta perayaan di belahan dunia lain nyatanya sangat bervariasi:
- Spanyol: Memilih tanggal 19 Maret sebagai Hari Ayah, bertepatan dengan perayaan religius Hari Santo Yosef.
- Brasil: Baru merayakannya ketika memasuki Minggu kedua di bulan Agustus.
- Australia: Mengambil momentum pada Minggu pertama di bulan September.
Perbedaan penanggalan tersebut pada akhirnya hanyalah sebuah angka di kalender. Sebab, esensi utama yang digelorakan di seluruh penjuru bumi tetaplah sama: sebuah ritual terima kasih yang tulus bagi mereka yang barangkali jarang mengungkapkan kata cinta, namun selalu memasang badan paling depan demi memastikan anak-anak mereka tumbuh dengan aman dan bahagia. Selamat Hari Ayah! (bm)
.png)