Rekreasi Air - Rekreasi air di Desa Wisata Sesaot, Lombok Barat, NTB, tampak ramai menjelang Ramadan. Kawasan wisata ini menawarkan kesegaran hutan Purekmas (Pusat Rekreasi Masyarakat). Pemandangan ini diambil pada Senin (16/2/2026). Foto: Lalu Jamiri
LOMBOK BARAT, KABARLINK.com - Kunjungan ke Desa Wisata Sesaot, Lombok Barat, NTB, meningkat tajam setiap akhir pekan. Desa wisata ini menawarkan kesegaran hutan Purekmas (Pusat Rekreasi Masyarakat, Red), yang tak hanya menyediakan rekreasi air, tetapi juga narasi sejarah dan etika lingkungan yang kuat.
Di balik keramaian Kecamatan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Desa Sesaot menawarkan sebuah pelarian sempurna. Kawasan Purekmas di sini menjadi magnet, terutama bagi keluarga yang mencari keteduhan dan kejernihan air.
Sejak berdiri pada 1969, desa ini telah berhasil merawat lanskapnya, menjadikannya destinasi yang memadukan wisata alam dan budaya.
Setiap akhir pekan, pemandangan gazebo yang penuh dan anak-anak yang riang bermain air menjadi hal biasa. Tak hanya dari sekitar Lombok, banyak pengunjung datang dari Lombok Timur.
Ibu Luluk, salah satu pengunjung setia, mengakui alasan utama ia memilih tempat ini. “Setiap akhir pekan dan memasuki bulan suci Ramadan, pengunjung ramai sekali karena wisata sungai dan hutannya sungguh memanjakan kami sekeluarga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Umi, pengunjung dari Lombok Timur. Baginya, kenyamanan adalah kunci. “Kami sekeluarga memilih tempat ini karena sejuk dan murah, serta kebersihannya bagus dan petugasnya ramah,” kata Umi, menyoroti peran pengelola lokal dalam menciptakan pengalaman yang menyenangkan.
Namun, daya tarik Sesaot tidak berhenti pada air dan teduh semata. Tempat ini menyimpan memori kolektif yang dalam. Tokoh pemuda setempat, Haris, menegaskan bahwa Sesaot memiliki sejarah yang kuat. “Tempat ini ada sejarah, sehingga setiap liburan kami bersama rombongan ke tempat wisata ini,” katanya.
Narasi historis ini diikat kuat oleh cerita lokal mengenai sebatang pohon besar yang disakralkan. Pohon tersebut bukanlah sekadar ornamen alam, melainkan penanda etika berkunjung. Ia berfungsi sebagai 'sajadah' (alas sembahyang) bagi masyarakat, pengingat tentang tata krama dan kepedulian lingkungan.
Kahlil, seorang anak muda yang gemar berlibur sekaligus meneliti, merasakan betul kedalaman makna ini. “Tempat ini menyimpan sajadah dan cocok sekali seperti kami dan grup untuk terus melakukan penelitian tentang alam di Sesaot,” jelasnya.
Popularitas Sesaot bahkan menembus batas provinsi. Ardi, seorang mahasiswa dari AMIKOM Yogyakarta, mengaku sengaja datang. Ia menyebut Sesaot terkenal di kalangan mahasiswa di Jogja.
“Tempatnya bening, bersih, dan asri, memadukan alam, kebersihan, dan wisata air,” tutur Ardi. Pengakuan ini memperkuat posisi Desa Wisata Sesaot sebagai oase yang berhasil menjaga kelestarian alamnya, didukung oleh fondasi etika dan sejarah yang kokoh. (LJ)
Demikian informasi tuntas tentang akhir pekan di desa wisata sesaot oase hutan purekmas yang menjaga alam dan nilai dalam terkini yang saya sampaikan Saya harap Anda mendapatkan pencerahan dari tulisan ini tetap optimis menghadapi rintangan dan jaga kesehatan lingkungan. silakan share ke temanmu. cek artikel lain di bawah ini.
