JAKARTA, KABARLINK.com - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Science and Medicine in Sport menyoroti pentingnya nutrisi yang tepat bagi para pelari jarak jauh. Penelitian ini, yang melibatkan hampir 6.000 pelari, menemukan bahwa asupan lemak, kalori, dan serat yang cukup dapat berperan penting dalam mengurangi risiko cedera.
Para peneliti menemukan bahwa pelari wanita yang mengalami cedera cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dan lemak dibandingkan dengan mereka yang tidak cedera. Kekurangan kalori dan lemak ini dikaitkan dengan peningkatan risiko cedera umum dan cedera akibat tekanan tulang. Sementara itu, konsumsi protein, alkohol, karbohidrat, dan kalsium tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap risiko cedera.
Erin Colebatch, seorang ahli diet terakreditasi dari University of South Australia, menekankan bahwa nutrisi harus dianggap sebagai bagian integral dari pencegahan cedera bagi pelari. Lemak, khususnya, sangat penting untuk penyerapan vitamin-vitamin kunci yang mendukung kesehatan tulang dan otot. Lemak juga berperan dalam produksi hormon, pembentukan membran sel, dan pengelolaan peradangan.
Yasi Ansari, ahli diet senior di UCLA Health Santa Monica, menyarankan agar pelari memilih makanan seimbang yang mengandung kalori yang cukup, lemak sehat, karbohidrat kaya serat, dan protein yang memadai. Ia menambahkan bahwa suplemen dapat membantu mengisi kesenjangan nutrisi. Asosiasi Ahli Gizi Olahraga dan Performa Amerika merekomendasikan agar 50-65 persen kalori harian berasal dari karbohidrat, 20-35 persen dari lemak, dan 10-20 persen dari protein.
Selain itu, konsumsi serat yang cukup dapat mengurangi peradangan dengan mendukung mikrobioma usus, ekosistem bakteri yang hidup di usus. Mikrobioma yang seimbang juga dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dan mengatur kepekaan terhadap rasa sakit. Orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung mengonsumsi lebih banyak polifenol, yang ditemukan dalam makanan seperti beri, yang dapat mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan muskuloskeletal.
Sarah Merrill, direktur medis Scripps Ranch Family Medicine Clinic di University of California, San Diego, menjelaskan bahwa pelari cenderung memiliki massa otot yang lebih sedikit dan lemak berlebih secara keseluruhan. Jika tubuh pelari tidak mendapatkan cukup nutrisi dari makanan, tubuh akan mengambil nutrisi dari tulang, yang dapat menyebabkan cedera.
Studi ini menyoroti pentingnya nutrisi yang memadai dalam pencegahan cedera dan kesehatan pelari. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya peran nutrisi dalam pencegahan cedera dan untuk mengembangkan rekomendasi nutrisi yang lebih spesifik untuk pelari.
Ilustrasi: Peserta lomba berlari saat kegiatan Pengayoman Run 2025 di Pasar Festival Kuningan, Jakarta, Minggu (23/2/2025). (Kabarlink/Ain)
Sekian informasi lengkap mengenai nutrisi pelari kunci hindari cedera mengintai yang saya bagikan melalui humaniora Saya berharap artikel ini menginspirasi Anda untuk belajar lebih banyak tetap optimis menghadapi tantangan dan jaga imunitas. Bagikan kepada yang perlu tahu tentang ini. jangan lewatkan artikel lain di bawah ini.
