Tamasya

Di Balik Secangkir Kopi: Perjalanan Slamet Nugroho Merawat Rasa Nusantara

Son Sulistiono

Jurnalis

Son Sulistiono

Di Balik Secangkir Kopi: Perjalanan Slamet Nugroho Merawat Rasa Nusantara

Kopi Tenan di Jalan Wonosari Yoyakarta ini menawarkan puluhan varian single origin dari berbagai penjuru Indonesia. Foto: dok. kelanawisata.id



JAKARTA, KABARLINK.com - Aroma kopi hangat perlahan memenuhi ruangan. Dari balik cangkir sederhana itu, ada cerita panjang tentang pencarian rasa, pengalaman, dan keyakinan. Di sanalah jejak Slamet Nugroho bermula—seorang pria 66 tahun yang melihat kopi bukan sekadar minuman, melainkan ekspresi jiwa.


Bagi Slamet, kopi adalah pertemuan antara emosi, alam, dan seni. Ia menyebutnya sebagai cara untuk “menceritakan Indonesia” lewat rasa.


Dari Tambang ke Dunia Kopi


Jalan hidup Slamet tidak langsung bersinggungan dengan kopi. Ia pernah menghabiskan waktu bekerja di sektor tambang—dunia yang jauh dari aroma biji sangrai.


Namun segalanya berubah ketika ia diperkenalkan dengan espresso oleh rekan kerja dari luar negeri. Momen sederhana itu justru membuka pintu baru dalam cara pandangnya.


Ia mulai melihat bahwa kopi bisa dinikmati lebih dalam—bukan sekadar pahit atau manis, tapi kompleks, berlapis, dan penuh karakter.


Misi: Mengembalikan “Rasa Asli”


Dari situlah lahir Kopi Tenan, sebuah usaha yang tidak hanya menjual minuman, tetapi membawa gagasan besar: menghadirkan kembali keaslian kopi Indonesia. Kopi Tenan berada di Jalan Wonosari Yogyakarta.


Slamet percaya, rasa kopi Nusantara sering kali “hilang” di tengah tren global. Ia ingin mengembalikannya—dengan cara meracik, mengolah, dan menyajikan kopi yang tetap setia pada asalnya.


“Yang penting bukan hanya enak, tapi jujur pada karakter bijinya,” kira-kira prinsip yang ia pegang.


Seni dalam Setiap Tegukan


Bagi Slamet, kopi bukan perkara pahit atau tidak. Ia justru menyoroti bagaimana banyak orang belum membedakan pahit alami dari kafein dengan rasa gosong akibat proses yang keliru.


Di sinilah ia melihat kopi sebagai ruang belajar. Setiap orang punya lidah berbeda, dan di situlah eksplorasi rasa menjadi menarik.


Ia pun tak pelit ilmu. Baginya, pengetahuan harus dibagikan—kepada petani, pelaku usaha, hingga penikmat kopi.


“Ilmu itu mahal, tapi harus dibuat terjangkau,” ujarnya suatu ketika.


Ragam Rasa, Satu Filosofi


Kini, Kopi Tenan menawarkan puluhan varian single origin dari berbagai penjuru Indonesia. Dari arabika hingga liberika, dari racikan klasik hingga eksperimen unik—semuanya hadir dalam satu semangat yang sama: merayakan keberagaman.


Namun lebih dari sekadar menu, yang ditawarkan Slamet adalah pengalaman.


Menikmati kopi, menurutnya, harus dilakukan dengan penuh kesadaran—pelan, nyaman, dan indah.


Lebih dari Sekadar Usaha


Apa yang dilakukan Slamet bukan hanya bisnis. Ini adalah upaya merawat identitas.


Di tengah gempuran tren kopi modern, ia memilih berdiri di jalur berbeda—menjaga akar, memperkenalkan rasa asli, dan mengajak orang kembali mengenal kopi Indonesia dari sumbernya.


Pada akhirnya, secangkir kopi di tangan Slamet bukan hanya minuman. Ia adalah cerita—tentang tanah, manusia, dan rasa yang tak pernah benar-benar selesai untuk dijelajahi. (bm)

Terima kasih atas kesabaran Anda membaca di balik secangkir kopi perjalanan slamet nugroho merawat rasa nusantara dalam tamasya ini hingga selesai Silakan jelajahi sumber lain untuk memperdalam pemahaman Anda cari peluang pengembangan diri dan jaga kesehatan kulit. share ke temanmu. Terima kasih telah membaca

Topik: #Tamasya
Bagikan: