JAKARTA, KABARLINK.com - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantam Indonesia di awal tahun 2025. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh mencatat, lebih dari 60 ribu pekerja telah kehilangan pekerjaan dalam dua bulan pertama tahun ini.
Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. Bisa dibilang ini adalah badai PHK pada sektor tekstil, garmen, sepatu, elektronik, dan sektor padat karya lainnya, ujarnya dalam konferensi pers daring, Kamis (10/6/2024).
Dari data yang dihimpun, sekitar 50 perusahaan melakukan PHK, dan 15 di antaranya dinyatakan pailit. KSPI dan Partai Buruh menyoroti sejumlah perusahaan yang telah mem-PHK ratusan hingga ribuan karyawan.
Said Iqbal mendesak Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) untuk segera turun tangan. Kami meminta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker, Yassierli) untuk turun tangan dengan membentuk Satgas PHK, tegasnya.
KSPI juga menuntut kepastian pembayaran hak pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja yang terkena PHK, termasuk kasus yang menimpa PT Sritex. Kami juga meminta Menaker untuk mengeluarkan anjuran tertulis, bukan sekadar lisan, terhadap PHK buruh Sritex dan hak-hak mereka, lanjutnya.
Lebih lanjut, KSPI meminta pemerintah membentuk tim yang turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pembayaran THR perusahaan-perusahaan yang melakukan PHK sebelum Lebaran. Mereka menuntut THR dibayarkan H-7 sebelum Lebaran, bukan setelahnya, dengan besaran satu bulan upah.
Tuntutan ini akan disuarakan dalam aksi demonstrasi di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI Jakarta dan Kantor Kurator Sritex di Jawa Tengah pada Kamis (20/3).
KSPI berharap dengan intervensi pemerintah, badai PHK dapat dicegah dan diatasi sepanjang tahun 2025. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan pekerja dan stabilitas ekonomi.
- ➝ Jaga Stabilitas Harga, Sekjen Kemendagri Minta Bulog Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur
- ➝ Sambut Biksu Thudong, Wali Kota Agustina Gaungkan Filosofi Warak Ngendog Demi Semarang Damai
- ➝ Instruksi Wali Kota Agustina: GOR Tri Lomba Juang Direhabilitasi Menyeluruh, dari Lapangan Tenis hingga Ruko



